MADIUN (Realita) – Kejuaraan Barongsai dan Tarian Naga Piala Pj Wali Kota Madiun dan Kapolres Madiun Kota Cup memasuki puncaknya, Minggu malam (30/6/2024). Diikuti puluhan peserta, lomba dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Madiun (HJM) ke-106 dan Hari Bhayangkara ke-78 itu berlangsung meriah di GOR Wilis Madiun pada 29-30 Juni.
‘’Terima kasih sudah ikut meramaikan Kota Madiun. Kejuaraan ini tidak hanya untuk meramaikan peringatan Hari Jadi ke-106 Kota Madiun, tapi juga untuk mengangkat potensi-potensi budaya yang ada di kota ini,’’ kata Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto.
Baca juga: Orang Tua Murid PAUD di Madiun, Keluhkan MBG Berjamur
Berdasarkan catatan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Madiun, kejuaraan kali ini diikuti 31 peserta. Perinciannya, 8 peserta tarian naga dan 23 barongsai. Kelompok dengan performa terbaik dinobatkan sebagai juara.
Untuk tarian naga, Juara I dibawa Sasana Kota Kediri. Kemudian, Juara II berhasil disabet Sasana Blitar, Juara III diraih Sasana Mojokerto, dan Juara Harapan I milik Sasana Banyuwangi. Sedangkan lomba barongsai, Juara I diraih En Ang Kong Malang B, Juara II milik Dragon Ball B Tuban, Juara III dibawa Lima Bakti Surabaya, dan Juara Harapan I ditempati Young Lion Mojokerto.
‘’Semoga perlombaan ini menjadi wadah potensi adik-adik peserta semua untuk naik jenjang yang lebih tinggi. Baik provinsi maupun tingkat nasional,’’ tutur Eddy.
Baca juga: Bentuk Toleransi Antar Umat Beragama, PTKN Ikut Ambil Bagian Jaga Keamanan Misa Malam Natal 2025
Selain mengangkat nilai budaya, Eddy berharap lomba barongsai dan tarian naga dapat melahirkan atlet-atlet berbakat. Apalagi, barongsai sudah masuk dalam pertandingan olahraga resmi. Termasuk dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON). Nah, kelak atlet-atlet dari Kota Madiun juga bisa tampil di gelaran PON.
‘’Sehingga, sudah sepatutnya pemerintah hadir membantu dengan memfasilitasi atlet dengan kejuaraan-kejuaraan yang digelar,’’ ujarnya.
Dia menambahkan, gelaran lomba dalam rangkaian HJM ke-106 ini juga sebagai daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Madiun. Apalagi, perlombaan dibuka tanpa biaya. Apa dampaknya? Kota banyak wisatawan dan roda perekonomian warga kota ikut terdongkrak lewat UMKM.
Baca juga: Terkait Pembubaran Kegiatan Diskusi Bedah Buku Reset Indonesia, Camat Madiun Minta Maaf
‘’Silakan datang dan berwisata ke Kota Madiun, ayo diramaikan,’’ pungkasnya.adv
Editor : Redaksi