PONOROGO (Realita)- Meningkatnya jumlah kedatangan warga luar kota melalui Terminal Seloaji Ponorogo di awal ramadhan ini, membuat pihak menejemen terminal tipe A itu mulai melakukan pengetatan kedatangan. Salah satunya dengan mengaktifkan deteksi dini Covid-19 menggunakan GeNose C-19.
Alat yang didatangkan dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) ini, di lengkapi dengan 300 kantong udara GeNose. Dimana setiap warga yang datang dari luar daerah, akan di acak untuk menjani tes GeNose.
Baca juga: Wali Kota Eri Tutup Event Ramadan Vaganza, Dalam Sepekan Capai Rp 500 Juta
Kepala Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo, Eko Hadi Prasetyo mengatakan, kendati diacak, namun pihaknya tidak memaksa penumpang bus AKAP untuk mengikuti screening GeNose. Pasalnya, belum ada intruksi wajib dari Kemenhub.
" Per hari kita tes 10 orang, bagi yang mau saja. Karena belum wajib. Kalau sudah ada intruksi wajib tentu kita wajibkan bagi penumpang bus AKAP," ujarnya, Selasa (13/04).
Baca juga: Hotel Majapahit Surabaya MGallery Sajikan 50 Hidangan Andalan Asia di Bulan Ramadan
Eko menambahkan, di Terminal Seloaji sendiri di awal ramadhan ini peningkatan penumpang bus AKAP mencapai 5 persen, dimana per hari terjadi 1.000 kedatangan. Namun ia mengeklaim angka ini masih wajar dan landai.
" Untuk peningkatan baru 5 persen. Sementara ini paling banyak bus kecil dalam kota dan bus AKDP," jelasnya.
Baca juga: Ajak Keluarga Ngabuburit Asik di Tugu Pahlawan, Ada Kuliner dan Gerakan Pangan Murah
Lebih jauh, Eko mengungkapkan saat ini belum ditemukan kasus positif dari screening menggunakan GeNose C-19 ini. Namun pihaknya telah menyiapkan ruang isolasi bila ada penumpang yang terkonfirmasi positif.
" Kalau ada akan kita kordinasikan dengan satgas. Untuk tes GeNose ini sementara kita gratiskan dulu," pungkasnya. lin
Editor : Redaksi