Takut Tertindas Lagi, Ratusan Pedagang Pasar Eks-Stasiun Ponorogo Kompak Dukung Rilis

realita.co
Ratusan Pedagang Pasar Eks-Stasiun saat mendeklarasikan dukungan ke Sugiri Sancoko dan Lisdyarita.

PONOROGO (Realita)- Usai resmi ditetapkan sebagai Pasangan Calon (Paslon) Cabup-Cawabup oleh KPUD Ponorogo, gelombang dukungan terus mengalir ke Sugiri Sancoko-Lisdyarita.

Kali ini giliran ratusan pedagang pasar Eks-Stasiun Kota Ponorogo yang mendeklarasikan dukungan mereka kepada paslon nomor urut 2 tersebut.

Baca juga: Hakim Heran, Perbup 114/2021 Ponorogo Disebut Disusun Berdasarkan Pemahaman Penyusunnya

Dengan berjalan kaki sejauh 800 meter, lebih dari 300 pedagang di pasa Eks-Stasiun berbondong-bondong mendatangi posko pemenangan Paslon Petahana ini di Ndalem Tondowinatan yang ada di Jalan HOS Cokroaminoto, Selasa (24/09/2024).

Tak hanya itu, ratusan pedagang pasar ini juga membawa sejumlah sembako seperti beras,sayur, dan telor yang kemudian diserahkan secara sukarela kepada tim Paslon Rilis untuk membantu logistik selama kampanye berjalan.

Baca juga: Mantan Istri Bongkar Rumah Tangga Yunus Mahatma di Sidang Korupsi: Ada Orang Ketiga hingga Harta Rp14,5 Miliar

Sujiasih salah satu pedagang di Pasar Eks-Stasiun mengaku, aksi ratusan pedagang pasar ini tanpa paksaan. Mereka secara sukarela memberikan sembako untuk pemenangan Paslon nomor urut 2 Sugiri-Lisdyarita, karena puas dengan kinerja keduanya selama 3,5 tahun memimpin Ponorogo.

" Abis jualan mulai subuh tadi pada tutup lapak dan bareng-bareng kesini bawa sembako semampunya buat para relawan pak Giri. Kami sangat puas dengan kinerja pak Giri selama ini. Pasti kami akan pilih pak Giri lagi," ujarnya.

Baca juga: Catut Nama Ipong di Sidang Korupsi Ponorogo, Eko Agus Minta Maaf dan Akui Khilaf

Sementara itu, Maskyur pengelola Pasar Eks-Stasiun mengungpkan dukungan ratusan pedagang ini bukan tanpa alasan. Selain puas dengan kinerja Rilis selama ini. Ratusan pedagang tidak ingin kejadian 2019 lalu terulang lagi, dimana pasar yang menjadi satu-satunya ladang mencari nafkah para pedagang digusur, dan lapak pedagang dipasangi pagar guna menghalangi pembeli.

" Yang jelas ini inisiatif para pedagang, dulu kan mereka pernah kena gusur, dan diselamatkan oleh Pak Giri. Ya intinya tidak ingin hal itu terulang kembali, kami ndak mau tertindas lagi," pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru