BANDUNG (Realita)- Sekelompok massa dari ojek online (ojol) mendatangi kawasan Stasiun Cimekar Bandung, Senin (23 Desember 2024).
Ternyata kedatangan para pengemudi ojol ke sekitar Stasiun Cimekar ini disebabkan karena adanya dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan seorang pengemudi ojek pangkalan (opang) kepada pengemudi dan penumpang ojol pada malam tadi.
Baca juga: DPR Janji Tekan Aplikator agar Potongan Ojol Turun Jadi 10 Persen
Salah seorang dari kelompok Solidaritas Driver Ojol Dani Kurniawan menyampaikan, aksi dugaan kekerasan oleh Opang Stasiun Cimekar ini terjadi pada Minggu malam kemarin sekitar pukul 22.00 WIB.
"Ini sebagai solidaritas sesama ojol karena malam hari tadi sekitar jam 10 malam ada seorang ojol yang sedang membawa penumpang ada tindakan kekerasan dari ojek pangkalan Stasiun Cimekar," kata Dani saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel hari ini.
Kondisi pengemudi ojol yang mendapatkan kekerasan hanya mengalami luka ringan. Namun untuk penumpang ojol yang merupakan seorang perempuan mengalami luka cukup serius di bagian kepala.
"Jadi kronologisnya dia (ojol) bawa penumpang di area Stasiun Cimekar dikejar oleh 3 motor kurang lebihnya 4-6 orang. Pas udah saling kejar si penumpang ditarik oleh opang sampai mengalami pendarahan di kepalanya karena kepalanya terbentur batu," jelas Dani.
Dani menyampaikan, saat ini pihaknya juga masih mencari informasi lengkap mengenai kejadian ini.
Saat terjadi keributan antara ojol dan opang warga sekitar langsung memberikan bantuan karena warga sempat menduga ojol dan penumpangnya itu menjadi korban pembegalan.
Baca juga: Driver Ojol Gagalkan Aksi Pencurian Motor
"Sampai nelepon polisi pun dibantu warga sekitar," katanya.
Untuk opang yang diduga melakukan kekerasan itu dikabarkan langsung kabur atau melarikan diri. Karenanya kini ojol pun mencoba mencari opang tersebut.
"Kita di sini sesama solidaritas ojek online ingin mencari si pelaku, tapi pas tadi dicari di ojek pangkalan gak ada satupun yang ngetem," ucapnya.
Dani menyampaikan, pihak kepolisian pun sudah turun tangan untuk menyelidiki kasus ini.
Editor : Redaksi