SD Negeri 32 Talang Kelapa Gelar Workshop Deep Learning dalam Pembelajaran

realita.co
Workshop kegiatan rutin pembinaan dengan pendekatan Deep Learning, Senin (10/2/2025). Foto: Andre

BANYUASIN (Realita)– SD Negeri 32 Talang Kelapa terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam pembelajaran agama Islam.

Pada Senin (10/02/2023), sekolah ini menggelar workshop kegiatan rutin pembinaan dengan pendekatan Deep Learning yang dihadiri oleh Pengawas PAI Sekolah, Abdal Mutaal, S.Pd.I, serta Koordinator Wilayah Talang Kelapa, Didik Usyadi, M.Pd.

Baca juga: Wajibkan Shalat Zuhur Berjamaah, Siswa dan Siswi MTsN 1 Tanjab Barat Gunakan Masjid Baru

Acara ini menjadi momentum bagi para guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dalam mengevaluasi kinerja dan strategi pembelajaran yang lebih efektif.

Kepala SD Negeri 32, Dr. Daryanto, M.Pd, menegaskan bahwa pendidikan agama di sekolah tidak hanya sebatas teori, tetapi juga praktik yang membentuk karakter religius siswa sejak dini. Salah satu implementasinya adalah membiasakan siswa untuk melaksanakan salat secara rutin.

Pengawas Agama Islam, Abdal Mutaal, S.Pd.I, menjelaskan bahwa pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran agama bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam. Metode ini tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pemahaman dan praktik nyata, terutama dalam tata cara ibadah seperti salat.

Baca juga: SMAN 1 Kelumpang Selatan Rayakan Dies Natalis ke-20, Libatkan Pelajar SD dan SMP se-Kecamatan

Selain membahas pembelajaran agama, Koordinator Wilayah Talang Kelapa, Didik Usyadi, M.Pd, menyoroti pentingnya validasi data siswa dalam sistem e-Gaza. Ia mengingatkan para guru dan operator sekolah untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam data NISN, terutama bagi siswa kelas 6 yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Program Indonesia Pintar (PIP) juga menjadi salah satu topik penting dalam pertemuan ini. Program tersebut bertujuan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan tanpa kendala ekonomi.

Baca juga: HUT ke-20 SMAN 1 Kelumpang Selatan, Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar

Lebih lanjut, Didik Usyadi, M.Pd, mengimbau para guru untuk menerapkan pola pendidikan yang lebih humanis. Ia menegaskan bahwa metode hukuman fisik harus ditinggalkan dan diganti dengan pendekatan yang lebih mendidik serta membangun semangat belajar siswa.

Dengan adanya kegiatan pembinaan ini, diharapkan para tenaga pendidik di SD Negeri 32 Talang Kelapa semakin profesional dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif serta berorientasi pada pengembangan karakter siswa secara menyeluruh.andre

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru