BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Sosialisasikan Manfaat Jamsostek

realita.co
BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo saat sosialisasi manfaat Jamsostek untuk pekerja informal.

SIDOARJO (Realita) - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo telah melaksanakan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Supervisor Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SPV SLRT).

Bertempat di Aula Dinas Sosial Sidoarjo, kegiatan pada Jumat (21/2/2025) ini dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, Komisi D DPRD Sidoarjo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, serta para TKSK dan SPV SLRT.

Baca juga: Edukasi Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Bagi Atlet Porprov X Jatim KONI Surabaya

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo, Arie Fianto Syofian mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya akselerasi Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Sidoarjo.

Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para petugas TKSK dan SPV SLRT yang merupakan ujung tombak untuk memberikan informasi secara langsung kepada masyarakat.

“Dengan berkolaborasi dengan petugas TKSK dan SPV SLRT Dinas Sosial yang langsung bersentuhan dengan masyarakat binaan, kami berharap dapat memberikan wawasan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal,” ujar Arie.

Sesuai data, BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo telah melakukan pembayaran klaim sebesar Rp407,79 miliar, dan memastikan bahwa sebanyak 56.320 tenaga kerja yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak menjadi potensi kemiskinan.

Hal ini tentu mencerminkan peran penting BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan jaminan sosial kepada masyarakat pekerja.

Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan di Sidoarjo ini menekankan pentingnya perlindungan finansial bagi pekerja informal, sebuah lapisan masyarakat yang rentan risiko sosial ekonomi.

Program Jamsostek menawarkan jaring pengaman yang komprehensif melalui berbagai manfaatnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan mengurangi beban finansial ketika menghadapi situasi tak terduga.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Buruh Konstruksi Sidoarjo Bebas Risiko Kerja

Manfaat tersebut meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan hingga sembuh tanpa batasan biaya dan durasi perawatan, memberikan ketenangan pikiran bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja.

Selain itu, Jaminan Kematian (JKM) memberikan santunan uang tunai dan beasiswa kepada ahli waris, meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Terus, Jaminan Hari Tua (JHT) memberikan kepastian kesejahteraan di masa pensiun, baik karena usia, cacat total tetap, maupun meninggal dunia.

Dengan demikian, program BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU), mulai dari risiko kecelakaan kerja hingga masa tua mereka.

Sasaran program ini menjangkau berbagai pekerja informal, seperti pedagang asongan, buruh harian, pengemudi ojek online, pedagang pasar, wirausaha, pekerja paruh waktu, tukang jamu dan pekerja mandiri lainnya.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Manfaat Program Bagi Petugas SPPG Kota Surabaya

Pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan BPU pun mudah, dapat dilakukan melalui berbagai saluran, seperti bank, mobile banking, akun digital, Alfamart, dan Indomaret.

Dengan sosialisasi ini diharapkan semakin banyak pekerja informal di Sidoarjo yang terlindungi program Jamsostek.

Perlu diketahui, Pemkab Sidoarjo sendiri menargetkan tahun 2025 ini sebanyak 64,32 % pekerja di Kabupaten Sidoarjo terlindungi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Posisi saat ini ada sekitar 379.173 yang telah terproteksi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan prosentase sebesar 35,05�ri penduduk pekerja Sidoarjo. gan

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru