Pemkot Surabaya Gelar Lelang Jabatan Secara Transparan, Wali Kota Eri Cahyadi Tekankan Akuntabilitas

Reporter : Redaksi
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi memulai proses lelang jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kamis (6/3/2025).

SURABAYA (Realita)– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi memulai proses lelang jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kamis (6/3/2025). Tahapan awal seleksi ini diawali dengan pemaparan visi dan misi oleh para peserta di ruang sidang Wali Kota Surabaya.

Sebanyak tujuh pejabat memaparkan gagasan mereka di hadapan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Selain itu, hadir pula perwakilan akademisi, pengusaha, dan wartawan yang turut memberikan penilaian terhadap para kandidat. Menariknya, proses ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube Bangga Surabaya, memungkinkan masyarakat untuk memberikan komentar dan menilai peserta seleksi.

Baca juga: Sepanjang 2025, Kunjungan ke MPP dan SPP Surabaya Tembus 267.879 Orang

Dalam sambutannya, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa seleksi jabatan dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia ingin menciptakan sistem pemerintahan yang lebih dinamis, seperti di sektor swasta yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.

"Saya ingin pemerintahan ini berjalan seperti perusahaan swasta, di mana pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama," ujar Eri Cahyadi.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara Kepala Perangkat Daerah (PD) dengan masyarakat. Oleh karena itu, setiap peserta seleksi diwajibkan menyusun target kinerja yang konkret.

"Siapa pun yang ingin saya percaya untuk memimpin perangkat daerah harus memiliki komitmen yang jelas. Apa tujuan yang ingin dicapai dalam satu tahun? Apa output dan outcome-nya? Semua harus terukur," tegasnya.

Eri Cahyadi menegaskan bahwa pejabat yang tidak memiliki inovasi dan gagal memenuhi standar penilaian akan digantikan. Penilaian dalam seleksi ini tidak hanya dilakukan oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), tetapi juga melibatkan media, akademisi, dan masyarakat.

"Penilaiannya berasal dari berbagai pihak, termasuk media, akademisi, dan masyarakat. Jika memenuhi standar, mereka layak menjadi pejabat. Jika tidak, harus bersedia tergeser," jelasnya.

Baca juga: Beralih ke Digital, Pemohon Adminduk di MPP Siola Surabaya Kian Berkurang

Dalam seleksi ini, sebanyak 500 ASN ikut serta, mulai dari lurah, kepala bidang (kabid), camat, kepala perangkat daerah, hingga direktur rumah sakit umum daerah (RSUD). Dari jumlah tersebut, sekitar 100 peserta berada di level kepala perangkat daerah, dengan 30 di antaranya merupakan penantang baru.

Tahapan pemaparan visi dan misi dijadwalkan berlangsung selama satu pekan. Selanjutnya, para peserta yang ingin naik jabatan akan diuji dalam sesi argumentasi terbuka melawan pejabat petahana.

"Jika ada yang ingin naik jabatan, mereka harus memaparkan visi-misinya secara terbuka. Media dan masyarakat bisa menyaksikan serta memberikan penilaian. Setelah itu, baru dilakukan pengumuman dan pelantikan," kata Eri Cahyadi.

Ia menegaskan bahwa transparansi dalam seleksi ini bertujuan memastikan hanya pejabat yang kompeten dan berorientasi pada pelayanan publik yang terpilih.

Baca juga: Natal Kota Surabaya Kembali Digelar, Perkuat Semangat Toleransi dan Kebersamaan

"Pemerintah hadir untuk kesejahteraan rakyat. Jika pejabat tidak inovatif dan hanya bekerja secara teori, bagaimana masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah? Saya ingin mencari orang-orang yang benar-benar siap berjuang untuk rakyat," pungkasnya.

Berikut daftar tujuh pejabat yang mengikuti pemaparan visi-misi pada hari pertama seleksi:

Lasidi - Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Surabaya.
Maria Theresia Ekawati Rahayu - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya.
dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B - Direktur RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya.
Hidayat Syah - Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya.
Dewi Soeriyawati - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya.
Ipong Wisnoe Wardono - Camat Karang Pilang Surabaya.
Febriadhitya Prajatara - Camat Tandes Surabaya.yudhi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru