PONOROGO (Realita)- Efesiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus mendapat pengawalan ketat dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo.
Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengatakan, pada tahap awal efesiensi anggaran Pemkab berhasil menyisihkan anggaran mencapai Rp 21 miliar. Dimana sesuai Instruksi Presiden ( Inpres) nomor 1 tahun 2025 dan Surat Edaran ( SE) Mendagri Nomor 900/833/SJ tentang efisiensi anggaran daerah tertanggal 23 Februari 2025. Maka hasil efesiensi yang dilakukan Pemerintah Daerah diarahkan kepada Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan.
Baca juga: Soal Dapur MBG di Bawah Kandang Burung, Dewan Ponorogo Desak BGN Kaji Ulang
" Jadi hasil efesiensi 50 persen perjalan dinas di Pemkab Ponorogo saat ini diarahkan untuk Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan. Diluar mandatori pos APBD dimana 40 persen Infrastruktur, 20 persen pendidikan, 40 persen kesehatan," ujarnya.
Dwi mengaku pengarahan anggaran dari efesiensi anggaran ini juga untuk menindaklanjuti hasil reses yang dilakukan Anggota DPRD beberapa waktu lalu. Dimana mayoritas masyarakatnya menginginkan adanya perbaikan jalan rusak di Ponorogo.
Baca juga: Pembentukan 5 Desa Baru di Ponorogo Ditunda
" Memang diarahkan ke sana. Tapi besaran tambahannya ini belum ketemu titik terang. Masih dibahas bersama Banggar dan TAPD. Tetap infrastruktur, pendidikan dan kesehatan yang diprioritaskan untuk mendapatkan tambahan anggaran dari efesiensi ini," akunya.
Pihaknya pun berjanji akan mengawal hal ini, agar 3 sektor prioritas itu mendapat sokongan anggaran besar tahun ini. Sehingga mampu menjawab tuntutan masyarakat Ponorogo saat ini.
Baca juga: APBD 2026 Belum Dibahas, PNS-Dewan Ponorogo Terancam Tak Gajian
" Akan kita kawal terus, sehingga apa yang menjadi hajat hidup orang banyak ini mampu menjadi prioritas utama," pungkasnya. adv/znl
Editor : Redaksi