SUMENEP (Realita) - Puluhan mahasiswa kepualaun yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) berunjuk rasa ke kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (9/9/2021).
Mereka memprotes masalah listrik di Pulau Kangayan yang tidak maksimal. Selain berorasi, pengunjuk rasa juga membentangkan sejumlah poster bertuliskan kecaman. Di antaranya, 'Janji Bupati Bismillah Melayani, Kangayan Gelap', 'Masyarakat Tidak Butuh Ghostinga, Butuh Kepastian' dan 'Istri Hilang Karena Gelap'.
Baca juga: Perkuat Daya Saing, GOW Sumenep Bekali Perempuan Keterampilan Advokasi Kerja
Dalam aksinya, ada empat tuntutan yang disampaikan Formaka, pertama soal intervensi kebijakan PLN Madura yang menetapkan 130 KWH/VA. Kedua soal transparansi biaya pemasangan KWH/VA baru.
Baca juga: Buruh di Depok Demo Tuntut Hak, Perusahaan Sampaikan Kebijakan Sudah Sesuai Prosedur
Ketiga, mahasiswa meminta Bupati mendesak PLN agar meratakan aliran listrik secara maksimal. Terakhir, mahasiswa meminta Bupati membentuk tim khusus untuk memberantas pungutan liar di Pulau Kangayan.
"Dari beberapa tuntutan kami itu, kami minta bupati turun tangan. Sebab untuk pemasangan kilometer, PLN memberi harga 4-6 juta. Harga itu tidak sebanding dengan ekonomi warga kami," ujar Korlap Aksi, Ahmad Farliansyah.
Baca juga: Polres Sumenep Amankan 27,8 Kg Diduga Kokain di Pesisir Giligenting
Hingga informasi ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan penjagaan ketat aparat kepolisian. Namun belum ada satupun perwakilan Pemkab Sumenep yang keluar menemui mahasiswa Formaka.haz
Editor : Redaksi