Banjir Menahun di Sukatani, Wali Kota Depok Akan Perbaiki Embung dan Drainase

realita.co
Banjir yang melanda permukiman warga di kawasan Perumahan Pondok Sukatani Permai, Tapos, Kota Depok, pada Sabtu (3/5/2025) lalu. (Foto: Istimewa)

DEPOK (Realita) - Perumahan Pondok Sukatani Permai di Kecamatan Tapos, Kota Depok, kembali menjadi sorotan usai hujan deras menyebabkan yang banjir melanda kawasan tersebut.

Kondisi ini sudah berlangsung sejak tahun 2007 dan terus menghantui warga setiap musim hujan tiba.

Baca juga: Permukiman di Sukatani Depok Kebanjiran Lagi, Embung Jadi Solusi Mendesak

Bahkan, genangan air kerap mencapai setinggi pinggang orang dewasa, khususnya di tiga wilayah yakni RW 20, RW 05, dan RW 04.

Merespons hal tersebut, Wali Kota Depok, Supian Suri beserta jajarannya sudah meninjau ke lokasi untuk mencari jalan keluar.

Supian menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan beberapa langkah untuk mengatasi banjir di Perumahan Pondok Sukatani Permai.

"Pertama, di hulunya itu kita harus membuat saluran atau drainase di Jalan Raya Pekapuran. Sehingga aliran air tidak turun ke wilayah Pondok Sukatani Permai," ucapnya, Senin (5/5/2025).

Selain itu, kata Supian, ada beberapa jembatan yang hari ini kondisinya berada di bawah rata dengan jalan.

Baca juga: Selain Pohon Tumbang, Hujan Deras di Depok Sebabkan Rumah Roboh Terdampak Longsor

"Untuk jembatan yang rendah juga dapat menghambat aliran air, jadi harus ditinggikan," paparnya.

Ketika meninjau lokasi, Supian pun menemukan terdapat beberapa embung yang sudah tidak berfungsi.

"Ada beberapa permasalahan yang harus kita urai satu persatu. Sehingga beban ataupun kondisi banjir yang dialami di wilayah Perumahan Pondok Sukatani Permai ini dapat kita kurangi," jelasnya.

Nantinya, tambah Supian, Pemkot Depok akan melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi banjir di Perumahan Pondok Sukatani Permai.

Baca juga: Hujan Lebat, Satu Rumah di Depok Jebol Diterjang Banjir

"Jadi banyak yang sebelum-sebelumnya itu tidak banjir, artinya kondisi banjir makin kesini semakin parah," ungkapnya.

Sebagai informasi, banjir di wilayah tersebut sudah menjadi langganan sejak tahun 2007.

Imbasnya, banjir merendam rumah warga yang bisa mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Hry

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru