Selain Pohon Tumbang, Hujan Deras di Depok Sebabkan Rumah Roboh Terdampak Longsor

DEPOK (Realita) - Hujan deras di Kota Depok, Jawa Barat, kembali menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.

Pada Minggu, 6 April 2025, cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kota Depok.

Hujan deras disertai angin kencang, petir, dan intensitas curah hujan yang tinggi, menyebabkan kerusakan di berbagai titik wilayah Depok dan sekitarnya.

Fenomena alam ini bukan hanya menyebabkan genangan banjir di beberapa kawasan.

Akan tetapi juga menimbulkan berbagai kerusakan seperti pohon tumbang, rumah roboh, tembok jebol, jalan berlubang, hingga tanah longsor.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga Depok untuk selalu waspada di musim penghujan.

Terutama menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.

Akibat hujan deras yang berlangsung sejak sore hari, beberapa wilayah di Kota Depok mengalami genangan banjir.

Kawasan yang dilaporkan terdampak banjir antara lain Tanah Baru, Kantor Kelurahan Beji, Beji Timur, Jalan Pitara depan Pemancingan Seroja.

Kemudian, Jalan Rawasari 2 Cipayung, Pasir Putih Sawangan, Rawa Indah Bojong Pondok Terong, dan Pondok Duta Cimanggis.

Genangan air di beberapa titik tersebut membuat aktivitas warga menjadi terganggu.

Tidak hanya rumah warga, jalan-jalan pun terendam air, membuat arus lalu lintas menjadi lambat.

Tak hanya banjir, intensitas hujan deras di Depok juga menyebabkan infrastruktur rusak.

Di Kampung Jati, Parung, sebuah tembok dilaporkan jebol akibat derasnya aliran air.

Selain itu, jalan di kawasan tersebut juga mengalami kerusakan parah berupa lubang yang cukup dalam yang bisa membahayakan pengendara.

Salah satu dampak paling tragis dari hujan deras ini terjadi di Perumahan Raffa Residence, Pasir Putih, Sawangan.

Longsor yang terjadi di lokasi tersebut menyebabkan satu rumah milik warga bernama Eko Nurcahyo hancur tak bersisa.

Kondisi rumah porak poranda, dengan material bangunan berserakan.

Selain itu, peristiwa pohon tumbang kembali terjadi. Kali ini di Jalan Kapitan 3, Sukatani, Kecamatan Tapos, sebuah pohon besar tumbang dan menimpa mobil warga. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan pohon tumbang dari warga bernama Deni Setiawan sekitar pukul 16.00 WIB.

"Tim UPT Tapos dengan kekuatan empat personil dikerahkan untuk mengevakuasi pohon tersebut. Proses evakuasi memakan waktu cukup panjang dan selesai pada pukul 18.30 WIB," ucap Denny dalam keterangannya, Minggu (6/4/2025) malam.

Cuaca ekstrem ini juga menyebabkan luapan Sungai Angsana yang melintasi perbatasan Sawangan Baru, Pasir Putih, dan Bedahan.

Arus air yang deras membuat warga sekitar was-was dengan potensi banjir susulan atau bahkan longsor.

Denny juga menyampaikan bahwa sebuah turap di Perumahan Regensi Bedahan alami kerusakan.

"Lokasi itu tepatnya di antara RW 16 dan RW 14, diduga akibat tekanan air yang tinggi," bebernya.

Hingga saat ini, proses pendataan wilayah terdampak masih terus dilakukan untuk mengetahui jumlah pasti kerusakan dan kebutuhan bantuan yang diperlukan warga.

Melihat kondisi cuaca seperti ini, Denny memberikan beberapa imbauan penting untuk masyarakat.

Salah satunya adalah tidak memarkirkan kendaraan di bawah pohon saat hujan deras.

"Laporkan jika terjadi kondisi darurat ke Damkar Depok," tutupnya. Hry

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Nabil Meninggal Dikeroyok Belasan Orang

MADIUN (Realita)- Seorang pemuda bernama Muhamad Nabil Holili (20) meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis. Korban mengembuskan napas terakhir di …