Donald Trump Larang Mahasiswa Internasional Berkuliah di Universitas Harvard, Begini Kata Pakar

realita.co
Donald Trump. Foto: IG Realdonaldtrump

JAKARTA (Realita)- Tahun 2025 ini ada muncul kebijakan kontroversial pasalnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melarang semua mahasiwa internasional masuk dan berkuliah di Harvard University yang terletak di Kota Boston.

Menurut pakar Kebijakan Publik dari American Global Univeraity Amerika, R Jerry Massie MA, PhD, sejauh ini Harvard bukan lagi kampus yang moderat atau konservatif tapi berubah menjadi kampus radikal sampai pengajarannya berubah drastis mulai dari ras sampai dengan jenis kelamin.

Baca juga: Beranikah Dunia Melawan Amerika Serikat?

“Trump memblokir mahasiswa asing lantaran kampus ini salah satu kampus antisemit. Seperti biasa pemerintah mengucurkan 100 juta dollar pertahun atau sekitar Rp1,6 triliun untuk kampus ini tapi mereka lebih memprioritaskan dan cenderung ke international student ketimbang local student,” kata Jerry.

Mahasiswa asing di Harvard kata Jerry, mencapai 31 persen dan ada banyak juga scholarahip atau beasiswa yang mereka berikan.

Bahkan ujarnya, anak perempuan Presiden China Xin Jiping berkuliah di Harvard dan juga putri Raja Belgia Philippe.

Jerry menyebut Harvard salah satu universitas terbaik dunia yang didirikan oleh Jhon Harvard pada 1636 ini mendominasi kampus dunia selama 4 abad lebih bersama MIT, Caltech Princeton, Berkeley, Yale, Columbia University, Oxford dan Cambrigde (Inggris) dan lainnya

Baca juga: Pakar Politik Amerika: Tangkap Maduro, AS Bisa Raup Keuntungan 303 Miliar Barel Minyak

Satu hal lagi alasan sehingga Trump berang terhadap Harvard kata dia, yakni pemerintahnya meminta personal data mahasiswa asing lantaran ada yang terafiliasi dengan jarungan teroris tapi tak diberikan data mahasiwa asing

Sementara dia membeberkan data saat ini ada 87 mahasiswa Indonesia yang berkuluah di Harvard. Bisa saja mereka pindah kampus dan atau dideportasi. Total, Harvard menerima 1.937 mahasiswa tahun ini dari sekitar 54 ribu pelamar.

Bukan hanya saja urai Jerry, perang China dan Amerika bukan hanya sisi ekonomi dimana tarif barang inpor Amerika dikenai tarif 10 persen dan China 30 persen sebelumnya Anerika memassang tarif 145 persen untuk semua produk China.

Baca juga: Dasco Temui 3 Ketum Parpol, Pengamat: Agar Koalisi Tetap Solid untuk Prabowo 2 Periode

Tapi secara keseluruhan Presiden Trunp akan mencabut seluruh visa mahasiswa China di Kampus-kampus Amerika. Lantarah banyak anak partai Komunis China yang berkuliah di Amerika.

Seperti diketahui jelas dia, hampir setiap tahun jumlah mahasiswa China yang paling banyak masuk kampus Harvard.

Tahun 2025 ini China mengirim mahasiswa 2.100 orang, diikuti India (790), Korea Selatan (430), Jepang (260), dan Singapura (150).jr

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru