TEHERAN (Realita) - Pemerintah Iran mengancam bahwa pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa menjadi target serangan pembalasannya.
Hal ini disampaikan setelah serangan udara besar-besaran, yang menurut AS telah menghancurkan program nuklir Iran, meskipun beberapa pejabat memperingatkan bahwa tingkat kerusakannya tidak jelas.
Baca juga: Perang 12 Hari, Iran Hancurkan 5 Fasilitas Militer Israel
Ali Akbar Velayati, seorang penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan pangkalan-pangkalan militer yang digunakan oleh pasukan AS dapat diserang sebagai pembalasan.
"Setiap negara di wilayah tersebut atau di tempat lain yang digunakan oleh pasukan Amerika untuk menyerang Iran akan dianggap sebagai target yang sah bagi angkatan bersenjata kami," katanya dalam sebuah pesan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (23/6/2025).
Baca juga: Empat Warga Lamongan yang Dievakuasi dari Iran, Satu Keluarga Asal Turi
"Amerika telah menyerang jantung dunia Islam dan harus menunggu konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki," imbuhnya.
Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk mengakhiri konflik setelah AS melancarkan serangan mendadak di situs pengayaan uranium bawah tanah di Fordo, bersama dengan fasilitas nuklir di Isfahan dan Natanz.
Baca juga: Pangeran MBS Janji Tak Akan Izinkan Kerajaanya Dipakai AS dan Israel untuk Serang Iran
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan dalam jumpa pers Pentagon sebelumnya, bahwa program nuklir Iran telah "hancur," seraya menambahkan operasi itu "tidak menargetkan pasukan Iran atau rakyat Iran."ik
Editor : Redaksi