Surabaya Wakili Indonesia dalam Ajang Internasional Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge 2025

Reporter : Redaksi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri dalam peringatan Hari Bumi

SURABAYA (Realita)– Kota Surabaya berhasil mencatatkan prestasi membanggakan di kancah internasional dengan terpilih sebagai salah satu dari 50 finalis Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge 2025. Ajang ini merupakan kompetisi global bergengsi yang mendorong inovasi pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Surabaya menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang lolos dari total 630 proposal inovasi yang diajukan oleh pemerintah kota dari 33 negara. Dalam kompetisi ini, Surabaya mengusung inovasi ramah lingkungan berupa pengurangan limbah popok sekali pakai melalui penggunaan popok kain pakai ulang.

Baca juga: Pembebasan Lahan Kampung Taman Pelangi Rampung, Proyek Flyover Segera Dibangun

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, inovasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap pencemaran sungai dan tingginya volume sampah plastik, khususnya popok sekali pakai, yang mencemari Sungai Brantas dan Kalimas serta membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

"Inisiatif ini bukan hanya tentang popok, tapi juga tentang menjaga sungai sebagai sumber daya vital, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga yang membutuhkan," ujar Eri Cahyadi, Rabu (25/6/2025).

Eri juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, termasuk popok, serta tidak membuang limbah ke sungai. Menurutnya, popok sekali pakai sulit didaur ulang dan mengandung bahan berbahaya yang dapat mencemari air dan lingkungan.

Dalam implementasinya, inovasi ini akan melibatkan pemberdayaan perempuan dan kelompok marginal untuk memproduksi popok kain lokal. Selain itu, tenaga kesehatan juga dilibatkan sebagai agen perubahan dalam mendorong edukasi dan perilaku hidup bersih.

"Kami ingin membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari generasi paling muda dan menjadi inspirasi bagi gerakan nasional, bahkan global," tegas Eri.

Baca juga: Baru Beroperasi, Satgas Premanisme dan Mafia Tanah Surabaya Terima Puluhan Aduan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto menambahkan, pengurangan limbah popok dari sumbernya dapat meringankan beban TPA dan memungkinkan dana pengelolaan sampah dialihkan ke program lain yang lebih prioritas.

Sementara itu, James Anderson, Kepala Program Inovasi Pemerintahan di Bloomberg Philanthropies, mengapresiasi pendekatan inovatif Surabaya dalam mengatasi limbah non-daur ulang langsung dari sumbernya. Ia menyebut, pendekatan seperti ini bisa menjadi solusi berkelanjutan dalam layanan publik di tengah keterbatasan sumber daya.

“Inovasi Surabaya menonjol karena mampu menjawab tantangan lingkungan dan sosial secara bersamaan. Dengan mengintegrasikan produk lokal dan edukasi kesehatan, pendekatan ini menunjukkan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

James juga menyampaikan bahwa dari total proposal yang masuk, sebagian besar inovasi dari Amerika Utara berfokus pada isu perumahan, sedangkan dari Afrika lebih banyak membahas pengelolaan limbah. Di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Surabaya, fokus utamanya adalah pengelolaan air dan infrastruktur bersih.

Baca juga: Bayar Parkir Non-tunai Ditolak Jukir, Wali Kota Eri: Laporkan ke Satgas Anti-Preman

Sebagai finalis, Surabaya akan menerima hibah sebesar USD 50.000 untuk membuat prototipe sistem popok kain pakai ulang tersebut. Pemkot juga dijadwalkan mengikuti Ideas Camp pada Juli 2025, bersama para finalis lainnya, guna mengembangkan ide melalui bimbingan para pakar. Nantinya, pada Januari 2026, sebanyak 25 kota dengan inovasi terbaik akan mendapat hibah tambahan sebesar USD 1 juta untuk implementasi penuh.

Adapun 50 kota finalis lainnya berasal dari berbagai negara, termasuk Abha (Arab Saudi), Addis Ababa (Ethiopia), Barcelona (Spanyol), Cape Town (Afrika Selatan), Fukuoka (Jepang), Ghent (Belgia), Helsinki (Finlandia), Seoul (Korea Selatan), hingga Toronto (Kanada). Surabaya menjadi satu-satunya kota dari Indonesia yang menembus daftar bergengsi ini.

Dengan capaian ini, Surabaya kembali menunjukkan perannya sebagai pelopor inovasi kota di tingkat global, sekaligus mempertegas komitmennya dalam menciptakan kota yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan.yudhi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru