Identitas Visual "Surabaya City of Heroes" Resmi Dilindungi Hak Cipta

Reporter : Redaksi
Sertifikat hak cipta diserahkan secara simbolis oleh Kanwil Kemenkumham Jatim kepada Asisten Pemerintahan Surabaya, M. Fikser, di Balai Kota Surabaya, Kamis (26/6/2025).

SURABAYA (Realita)— Identitas visual bertajuk "Surabaya City of Heroes" resmi memperoleh perlindungan hukum hak cipta dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI. Sertifikat pencatatan ciptaan di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra itu diterbitkan pada 7 Juni 2025, sebagai bentuk pengakuan resmi terhadap karya yang menjadi simbol baru Kota Surabaya.

Penyerahan simbolis sertifikat hak cipta tersebut dilakukan oleh perwakilan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jawa Timur kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M. Fikser, mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Acara ini digelar di Balai Kota Surabaya pada Kamis (26/6/2025).

Baca juga: Pembebasan Lahan Kampung Taman Pelangi Rampung, Proyek Flyover Segera Dibangun

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa setelah peluncuran identitas visual pada 31 Mei 2025, Pemkot langsung mengajukan permohonan pencatatan hak cipta ke DJKI. “Sertifikat keluar pada 7 Juni 2025 setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap,” ungkapnya.

Hidayat menegaskan pentingnya perlindungan hukum ini untuk menjamin kejelasan hak atas unsur-unsur dalam desain visual tersebut. Ia juga menyebut bahwa Pemkot Surabaya saat ini tengah memproses pendaftaran merek untuk memperkuat identitas tersebut secara hukum. “Kami ingin penggunaan identitas ini jelas dan sah, baik untuk kebutuhan acara maupun publikasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemkot Surabaya bersama Ja'far Atthoyar selaku pencipta desain, mendorong agar identitas visual ini dapat digunakan secara luas oleh masyarakat dengan mengikuti pedoman yang sedang disusun. “Panduan ini akan memastikan penerapan desain selaras dengan semangat dan nilai-nilai Kota Surabaya,” tambah Hidayat.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Haris Sukamto, menyampaikan bahwa proses pencatatan hak cipta menggunakan sistem Persetujuan Otomatis Pencatatan Hak Cipta (POP HC) yang memungkinkan sertifikat terbit dalam waktu singkat. “Dengan sistem ini, surat pencatatan dapat diunduh dalam waktu lima menit setelah pembayaran dilakukan, selama berkas lengkap,” jelas Haris.

Baca juga: Baru Beroperasi, Satgas Premanisme dan Mafia Tanah Surabaya Terima Puluhan Aduan

Ia menambahkan bahwa pencatatan hak cipta menjadi bukti autentik dari negara atas kepemilikan suatu karya. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Surabaya sebagai pemegang hak cipta memiliki hak ekonomi selama 50 tahun sejak karya dipublikasikan, sementara hak moral pencipta dilindungi selamanya.

Haris juga mengingatkan bahwa penggunaan identitas visual tanpa izin dapat dikenai sanksi pidana maupun perdata sebagaimana diatur dalam UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. “Siapa pun yang menggunakan karya ini tanpa izin resmi berisiko menghadapi konsekuensi hukum,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan mendorong semua pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk mendaftarkan karya, simbol, dan logo sebagai bagian dari perlindungan kekayaan intelektual. “Ini bukan sekadar legalitas, melainkan investasi terhadap jati diri dan masa depan,” tandasnya.

Baca juga: Bayar Parkir Non-tunai Ditolak Jukir, Wali Kota Eri: Laporkan ke Satgas Anti-Preman

Diketahui, identitas visual “Surabaya City of Heroes” merupakan hasil sayembara yang diselenggarakan Pemkot Surabaya bersama Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Surabaya. Dari sekitar 40 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, karya Ja'far Atthoyar terpilih sebagai pemenang setelah melalui tahap pengembangan desain dan inkubasi.

Desain ini memuat filosofi bahwa “Heroisme hari ini adalah semangat kota yang hidup dari warganya”. Bentuk visualnya merepresentasikan huruf “S” sebagai simbol api semangat, perpaduan elemen Sura dan Baya sebagai lambang keseimbangan, serta pusaran arah yang menggambarkan pergerakan maju Kota Surabaya.yudhi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru