Mamin dan Tembakau, Penyumbang Angka Inflasi Kota Kediri

realita.co
Ilustrasi kelompok pengeluaran makanan dan minuman yang turut andil dalam inflasi Kota Kediri bulan Juni 2025.

KEDIRI (Realita) - Angka inflasi di Kota Kediri pada Juni 2025 kembali naik setelah sempat turun pada Mei 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun Realita.co dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, pada April 2025 angka inflasi Kota Kediri di angka 1,23 persen.

Baca juga: Tekan Inflasi Daerah, Pemprov Jatim Hadirkan Pasar Murah ke-293 di Kabupaten Madiun

Angka tersebut turun pada Mei 2025 di angka 1,08 dan kembali naik pada Juni 2025 dengan kenaikan 0,80 persen di angka 1,88 persen.

Dari 11 kelompok pengeluaran yang menjadi penyumbang inflasi, dua kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembau serta perawatan pribadi dan jasa lainnya turut andil besar dalam inflasi bulan Juni.

Untuk kelompok pengeluaran pribadi dan jasa lainnya, mengalami inflasi Year On Year (y-on-y) sebesar 8,79 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 108,51 pada Juni 2024 menjadi 118,05 pada Juni 2025.

Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok perawatan pribadi sebesar 1,27 persen; subkelompok perawatan pribadi lainnya sebesar 25,12 persen; subkelompok jasa lainnya sebesar 5,74 persen.

Sementara itu, subkelompok perlindungan sosial tidak mengalami perubahan secara y-on-y.
Kelompok ini pada Juni 2025 memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,59 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y, yaitu emas perhiasan sebesar 0,53 persen; shampo, sabun wajah, sabun mandi, biaya fotokopi, dan pasta gigi masing-masing sebesar 0,01 persen.

Pada Juni 2025, kelompok ini memberikan andil inflasi m-to-m sebesar 0,04 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi Month To Month (m-to-m), yaitu emas perhiasan sebesar 0,04 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,44 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 109,24 pada Juni 2024 menjadi 111,91 pada Juni 2025.

Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 2,63 persen dan terendah yaitu subkelompok rokok dan tembakau sebesar 1,41 persen.

Kelompok ini pada Juni 2025 memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,68 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y, yaitu: beras sebesar 0,20 persen; minyak goreng sebesar 0,12 persen; dan kelapa sebesar 0,09 persen.

Baca juga: Hasil Survei IHK Bulan Juli, Kota Kediri Tempati Urutan Ketiga Terendah Se-Jatim

Kemudian cabai rawit sebesar 0,08 persen; tomat dan santan jadi masing-masing sebesar 0,06 persen; kacang panjang dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) masing-masing sebesar 0,04 persen.

Selanjutnya kopi bubuk, bawang merah, sawi hijau, dan kangkung masing-masing sebesar 0,03 persen; salem diawetkan, bayam, mie kering instan, air kemasan, buncis, dan pepaya masing-masing sebesar 0,02 persen.

Roti manis, pir, susu cair kemasan, wafer, daun seledri, melon, labu siam/jipang, makanan ringan/snack, kecap, Sigaret Kretek Tangan (SKT), kembang kol, Sigaret Putih Mesin (SPM), ketimun, dan semangka masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, komoditas yang dominan menghambat andil inflasi y-on-y, yaitu daging ayam ras sebesar 0,11 persen; cabai merah sebesar 0,05 persen; pisang sebesar 0,04 persen; jagung manis sebesar 0,03 persen.

Kemudian wortel, daun bawang, kentang, dan jeruk masing-masing sebesar 0,02 persen; kol putih/kubis, bawang putih, telur ayam ras, garam, dan ikan lele masing-masing sebesar 0,01 persen.

Pada Juni 2025, kelompok ini memberikan andil inflasi m-to-m sebesar 0,44 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu cabai rawit sebesar 0,13 persen; beras sebesar 0,08 persen.

Baca juga: Inflasi Jawa Timur Sebesar 1,66 Persen

Selanjutnya tomat sebesar 0,04 persen; bawang merah dan kacang panjang masing-masing sebesar 0,03 persen; terong dan daun bawang masing-masing sebesar 0,02 persen.

Buncis, kangkung, cabai merah, daun seledri, salem diawetkan, daging ayam ras, jagung manis, alpukat, telur ayam ras, semangka, susu cair kemasan, kembang kol, dan melon masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, komoditas yang dominan menghambat andil inflasi m-to-m, yaitu: bawang putih sebesar 0,03 persen; gula pasir sebesar 0,01 persen.

Sebagai informasi, pada Juni 2025, terjadi inflasi y-on-y Kota Kediri sebesar 1,88 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,66.

IHK atau inflasi menurut kelompok terjadi karena perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Dari hasil pemantauan BPS di 150 kota, pada Juni 2025 di Kota Kediri terjadi inflasi y-on-y sebesar 1,88 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 105,67 pada Juni 2024 menjadi 107,66 pada Juni 2025. (Kyo)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru