PONOROGO (Realita)- Kondisi kesulitan akses jalan hingga terisolir oleh sungai akibat tidak adanya jembatan yang dialami oleh warga satu Dukuh Karangsengon RT 01 RW 01 Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon, ternyata juga terjadi di tempat lain di desa ini.
Tak tanggung-tanggung, jumlah wilayah yang terisolir akibat tidak adanya akses jembatan di desa ini mencapai 4 RT yang didiami 400 KK yang ada di Dukuh Sidowayah Desa Sidoharjo. Berbeda dengan nasib warga Karangsengon, warga 4 RT Dukuh Sidowayah tahun ini akan mendapatkan bantuan jembatan dari Kodim 0802 Ponorogo.
“ Kalau yang Sidowayah. Sudah ada wacana dari Kodim. Mau dibuatkan, katanya ya tahun inilah mau dilaksanakan,” ujar Kepala Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon, Sarmin, Kamis (12/02/2026).
Sementara untuk warga Karangsengon, Sarmin mengaku tidak bisa berbuat banyak. Meski menjadi kebutuhan mendesak bagi mobilitas warga, pihak pemerintah desa mengaku tidak berdaya untuk membangun jembatan secara mandiri akibat keterbatasan anggaran desa saat ini.
“ Kalau desa mau membuatkan jembatan, anggarannya tidak cukup,” akunya.
Ia berharap, Kodim nantinya juga membuatkan jembatan bagi warga Karangsengon yang sudah 20 tahun terisolir sungai Bandut akibat tidak adanya jembatan penyebrangan.
“ Harapan kami nanti Kodim juga bisa membantu kami yang di Karangsengon, karena desa belum bisa berbuat apa-apa," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, sebanyak 15 warga Dukuh Karangsengon Rt 01 Rw 01 Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon terisolir 20 tahun lamanya. Hal ini dipicu tidak adanya jembatan untuk meyebrangi sungai Bandut yang mengepung kawasan ini. Ironisnya anak usia sekolah yang ada di lingkungan ini terpaksa diliburkan bila sungai banjir. znl
Editor : Redaksi