SURABAYA (Realita)– SD Islam Ta'miriyah Surabaya kembali menyelenggarakan kegiatan parenting bagi para wali murid dari kelas 1 hingga kelas 6. Berbalut nuansa Islami, acara ini dihelat pada Sabtu (23/8/2025) dan menjadi ajang kolaborasi strategis antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.
Kegiatan ini sebagai upaya berkelanjutan dalam membangun karakter siswa yang berlandaskan nilai-nilai agama,
Baca juga: Rayakan Milad ke-50, Taman Pendidikan Ta’miriyah Surabaya Perkuat Sinergi hingga Kepedulian Sosial
Kegiatan yang dibuka dengan penampilan hadrah dari para siswa ini, tak sekadar sosialisasi, melainkan sebuah forum edukasi yang mendalam tentang cara mendidik anak secara Islami.
Menurut Kepala SD Ta'miriyah Surabaya, Ustadzah Dewi Shofiyantini, acara ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap semester.
"Sosialisasi parenting ini memang kegiatan rutin yang diadakan pihak sekolah dan komite setiap satu semester sekali," jelasnya.
Pada semester ini, lanjut Ustadzah Dewi, antusiasme wali murid tercatat mengalami peningkatan signifikan.
Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang bertambah dibandingkan periode sebelumnya. "Kami kirimkan formulir kebersediaan hadir terlebih dahulu, dan alhamdulillah peminatnya bertambah," imbuhnya.
Kajian kali ini mengusung tema "Membersamai Tumbuh Kembang Generasi Qur'ani dengan Parenting Islami".
Topik ini dipilih dengan tujuan memperkuat strategi pendidikan di SD Ta'miriyah yang berfokus pada peningkatan karakter siswa. Untuk mendukung tema tersebut, pihak sekolah menghadirkan pembicara profesional dan ternama, Ustadz Achmad Zaky Mirza.
Baca juga: Gandeng Penutur Asli New York, SD Ta'miriyah Surabaya Dorong Siswa Berani Berbahasa Inggris
"Pemilihan tema ini berdasarkan fokus utama pendidikan di sini, yaitu peningkatan karakter siswa-siswi. Ini bisa tercapai salah satunya melalui kolaborasi kuat antara pihak sekolah dan orang tua," tutur Ustadzah Dewi.
Ustadz Zaky Mirza didapuk sebagai pemateri karena dianggap mampu membawakan safari dakwah yang relevan dengan kebutuhan para wali murid. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang pernah digelar di Balai Pemuda Surabaya, safari dakwah kali ini dilangsungkan di lingkungan sekolah. "Setiap kegiatan ini dilaksanakan, pematerinya akan berbeda-beda," tambah Ustadzah Dewi.
Selama sesi kajian, para wali murid tampak sangat antusias. Banyak di antara mereka yang berkesempatan berbagi pengalaman, menyampaikan kendala, dan mencari solusi Islami atas tantangan dalam mendidik anak. Momen ini menjadi sarana berharga untuk berinteraksi langsung dengan Ustadz Zaky Mirza.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Mirza menekankan pentingnya peran orang tua sebagai teladan utama. Ia mengatakan, mendidik anak itu dimulai sejak janin berusia 4 bulan, bukan ketika anak lahir.
"Zaman sekarang, kita sering menyuruh anak untuk baik, tapi kita sebagai orang tua tidak bisa menjadi contoh yang baik," katanya.
Baca juga: Gelar Karya P5, SD Ta'miriyah Surabaya Tampilkan Beragam Tarian Tradisional
Ia menambahkan, kesalahan umum yang sering terjadi adalah menuntut anak menjadi saleh dan salehah tanpa adanya contoh nyata dari orang tua. "Jangan mimpi punya anak saleh dan salehah kalau kita sendiri tidak bisa menjadi orang tua yang saleh dan salehah," tegasnya.
Kegiatan safari dakwah ini telah menjadi 'tradisi' yang dilestarikan oleh SD Ta'miriyah Surabaya. Diselenggarakan oleh panitia yang terdiri dari guru dan tenaga pendidik internal, acara ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang harmonis dan seimbang antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan antara sekolah dan wali murid, tetapi juga menunjukkan bahwa pendidikan yang holistik tidak hanya berhenti di ruang kelas, melainkan terus berlanjut di lingkungan keluarga.
Ini adalah langkah progresif yang patut dicontoh oleh institusi pendidikan lain, di mana pendidikan karakter menjadi fondasi utama dalam pembentukan generasi penerus bangsa yang unggul.cin
Editor : Redaksi