SURABAYA (Realita) – SD Ta'miriyah Surabaya kembali berinovasi dalam pengembangan program pendidikan dengan meluncurkan program English Immersion Day with Native.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan interaksi berbahasa Inggris bagi para siswa melalui praktik langsung dengan penutur asli.
Pada Kamis (18/09/2025), SD Ta'miriyah menghadirkan McKenzie Gadd, seorang penutur asli dari New York, Amerika Serikat, untuk memimpin kelas intensif berbahasa Inggris.
Kegiatan yang dilaksanakan di gedung LPPA lantai 2 ini diikuti oleh siswa kelas Premium dari kelas 1, 4, dan 5 secara bergantian, dimulai pukul 08.00 pagi.
Wakil Kepala Kurikulum SD Ta'miriyah Surabaya, Ustadzah Novia, menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu inisiatif baru sekolah yang berfokus pada peningkatan kemampuan berbahasa anak.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan speaking skill anak-anak dan melatih keberanian mereka untuk berinteraksi langsung dengan penutur asli,” ujar Ustadzah Novia.
Usatdzah Novia menambahkan, materi dan tema pembelajaran dalam program ini dikembangkan sendiri oleh pihak sekolah sebelum disampaikan kepada Gadd.
Ia juga menjelaskan bahwa kelas Premium memiliki perlakuan khusus, termasuk jumlah siswa yang dibatasi maksimal 25 orang per kelas.
“Di kelas Premium ini, kami memang memberikan treatment khusus di bidang bahasa, selain Bahasa Indonesia. Ada Bahasa Inggris dan Bahasa Arab juga. Khusus untuk kelas 1 sampai 3, setiap kelas didampingi oleh dua orang guru,” tambahnya.
Selama kegiatan, antusiasme siswa terlihat sangat tinggi. Gadd, yang merupakan seorang warga Amerika dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman melatih kemampuan berbahasa Inggris di beberapa sekolah di Indonesia, berinteraksi secara aktif dengan para siswa. Ia memperkenalkan berbagai aspek budaya Amerika, seperti makanan khas, cuaca, dan tradisi.
Ustadzah Novia juga mengungkapkan bahwa kelas Premium memiliki program tambahan berupa kunjungan ke lembaga pendidikan bahasa Inggris di luar sekolah.
“Jadi, anak-anak tidak hanya belajar secara monoton di kelas, tetapi juga ada kunjungan dan belajar langsung di tempat lain,” tutupnya.cin
Editor : Redaksi