Masyarakat Jakarta Apresiasi Kelola Sampah Berbasis RDF

realita.co
Pembangunan fasilitas RDF di Rorotan, Jakarta Utara.

JAKARTA (Realita) - Refuse Derived Fuel (RDF) merupakan teknologi yang menghasilkan sumber energi terbarukan sebagai pengganti batubara berasal dari sampah domestik melalui proses pengolahan dan pengeringan secara biologi.

Manfaat RDF antara lain mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan menyediakan sumber energi alternatif, dan menciptakan peluang ekonomi baru melalui industri pengolahan sampah dan energi terbarukan.

Selain itu, proses ini juga mendukung transisi energi bersih serta mengurangi emisi gas rumah kaca dibandingkan pembakaran sampah konvensional atau bahan bakar fosil.

Manfaat lain dari RDF diantaranya Pengelolaan Sampah yang Efisien, Sumber Energi Alternatif, Ramah Lingkungan, Pengurangan Ketergantungan Sumber Daya Alam dan Peluang Ekonomi Baru.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan pembangunan fasilitas RDF di Rorotan, Jakarta Utara. Asep menyebut RDF Rorotan ditargetkan mulai beroperasi pada 24 September 2025.

Asep mengatakan saat ini proses instalasi peralatan utama diperkirakan selesai pada minggu pertama September. Setelah itu, kata Asep, fasilitas RDF akan masuk tahap commissioning sebelum peresmian.

"Sekarang lagi proses instal. Diperkirakan minggu pertama September selesai, kemudian lanjut commissioning. Target kami, 24 September sudah siap diresmikan," ungkap Asep di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Selasa (26/08/2025)

Dari sekian informasi yang diterima dari masyarakat Jakarta sangat mendukung salah saru program pengolaan sampah dengan membangun pengolaan sampah yang berbasis RDF dan ramah lingkungan.

“Saya pikir masyarakat sangat mendukung keberadaan pengolaan sampah dengan RDF tersebut dikarenakan akan mengurangi banjir yang selama ini jadi permasalahan masyarakat Jakarta”, ujar Ahmad. hrd

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru