MABUSHI (Realita)- Terjadi kekacauan di daerah Mabushi, Abuja, pada hari Rabu ketika tiga orang yang diduga calo taman, yang populer disebut agberos, digantung dan dibakar oleh massa yang marah setelah diduga menyebabkan kematian seorang pria, istrinya, dan putra mereka yang masih kecil.
Menurut laporan, insiden tragis itu terjadi di Jembatan Mabushi ketika para calo, yang dikatakan terkait dengan Dewan Daerah Kota Abuja (AMAC), diduga berupaya memeras uang dari keluarga tersebut dengan memaksa masuk ke dalam kendaraan para pria itu.
Baca juga: Maling Motor di Gubeng Surabaya Dibakar Massa
Saksi mata menduga calo tersebut menarik kemudi mobil dari pengemudi saat mobil sedang melaju, yang mengakibatkan kecelakaan fatal yang merenggut nyawa pasangan itu dan anak mereka seketika.
Warga dan pejalan kaki yang marah dilaporkan mendatangi para tersangka, memukuli mereka hingga babak belur sebelum menyiram mereka dengan bensin dan membakar mereka.
Sebuah video yang beredar viral menunjukkan para pria itu tergeletak dan api melahap tubuh mereka, sementara para penonton berteriak marah.
Baca juga: Ojol Asal Sidoarjo Dibakar Hidup-hidup oleh Penumpang Misterius di Sampang
Sebuah suara di latar belakang rekaman itu terdengar menyerukan kepada Menteri Wilayah Ibu Kota Federal, Nyesom Wike, untuk segera melarang calo taman AMAC, menuduh mereka melakukan pelecehan, pemerasan, dan kekerasan yang tidak terkendali selama bertahun-tahun.
Inilah yang dilakukan para agberos AMAC. Mereka mengejar pria ini, masuk ke mobilnya, dan menyeret kemudinya. Sekarang, dia sudah meninggal, istrinya sudah meninggal, dan putranya juga.
"Menteri Perhubungan Darat harus bertindak. Para calo ini harus meninggalkan Abuja," keluh seorang saksi mata.
Baca juga: Penderita Gangguan Jiwa Bakar Pengamen
Keadilan massa yang mengerikan sekali lagi menarik perhatian terhadap meningkatnya ancaman agberos di ibu kota negara, dengan banyak penduduk menuduh mereka beroperasi tanpa hukuman dengan kedok pengumpulan pendapatan untuk dewan lokal.
Hingga saat laporan ini dibuat, Komando Polisi FCT belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut.ah
Editor : Redaksi