Luncurkan KEPO, Cara Bupati Ponorogo Sulap Budaya Desa Jadi Magnet Wisata

realita.co
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat mengikuti tradisi sebar uang koin dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Coper Kecamatan Jetis beberapa waktu lalu.

PONOROGO (Realita)- Kabupaten Ponorogo serius memacu ekonomi kreatif lewat sektor pariwisata. Bupati Sugiri Sancoko alias Kang Giri mengumumkan program anyar bertajuk Kharisma Event Ponorogo (KEPO), yang bakal jadi mesin penggerak ekosistem wisata hingga ke pelosok desa.

“Kalau nasional ada KEN (Kharisma Event Nusantara), di Ponorogo ada KEPO. Nanti acaranya yuk dikepoin,” ucap Kang Giri, Kamis (11/09/2025).

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkab Ponorogo Belum Atur Larangan Oprasional THM

Program ini disebut bakal merangkul ratusan event unggulan setiap tahun. Dari tradisi sebar koin dan tumpengan Maulid Nabi di Desa Coper, ritual Methik Pari di Desa Glinggang, sampai potensi budaya di Desa Klepu dan desa-desa lain.

Tak main-main, Bupati membuka peluang satu desa bisa menggelar lebih dari satu event andalan. Tujuannya jelas: kalender wisata Ponorogo jadi makin padat, berwarna, dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat.

Baca juga: Satgas MBG Ponorogo Bakal Panggil Perwakilan BGN Soal SPPG Banyudono 

“Kalau satu desa budayanya banyak, bisa jadi event berkali-kali untuk memutar kincir ekonomi,” tegasnya.

Untuk mendukung hal ini, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) akan turun tangan melakukan pendampingan. Mulai dari pengelolaan media sosial, strategi promosi, hingga menjaga kearifan lokal agar tetap jadi ciri khas utama setiap event.

Baca juga: Pasca OTT KPK,  Plt Bupati Ponorogo Siap Buka Lelang Jabatan Sekda Difinitif 

“KEPO ini sedang kami rumuskan. Yang layak adalah event yang konsisten, punya karakter, berbeda, dan berakar pada kearifan lokal,” pungkas Kang Giri. adv/znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru