Tabrakan Beruntun Mobil Lukai 8 Orang 

realita.co
Tabrakan beruntun yang terekam dashcam. Foto: Dashcam

NINH BINH- Tabrakan bermula ketika sebuah mobil XE Limousine menabrak truk penyiram tanaman. Departemen Kepolisian Lalu Lintas meminta untuk meninjau apakah truk penyiram tanaman telah mematuhi tindakan pencegahan keselamatan sebagaimana yang diwajibkan.

Pada sore hari tanggal 15 September, Departemen Kepolisian Lalu Lintas (Kementerian Keamanan Publik) menginformasikan tentang kecelakaan yang melukai 8 orang di jalan raya Cau Gie - Ninh Binh .

Baca juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan 50 Mobil, 2 Tewas

Kepolisian lalulintas menetapkan bahwa penyebab kecelakaan karena pengemudi XE Limousine tidak waspada, tidak memastikan kecepatan, dan menjaga jarak aman dari kendaraan di depan.

"Diwaktu yang sama, penyelidikan juga memerlukan pertimbangan apakah truk penyiram di lajur 1 telah melaksanakan peringatan keselamatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prosedur kerja di jalan raya atau tidak?", menurut seorang perwakilan dari Departemen Lalu Lintas Kepolisian.

Sebelumnya, kecelakaan terjadi pada pukul 09.16 tanggal 15 September di Km 222 + 800 jalan raya Cau Gie - Ninh Binh.

Tabrakan terjadi ketika mobil Limousine menabrak truk tangki yang sedang melaju di jalur 1 untuk menyiram pohon di median jalan.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Tarahan, 3 Meninggal

Kemudian, mobil lain menabrak Limousine tersebut. Mobil penumpang itu kehilangan kendali, menabrak pagar pembatas jalan, dan terlempar keluar jalan raya.

Kecelakaan itu melukai 8 orang, 1 di antaranya mengalami luka serius.

Setelah kecelakaan itu, Departemen Kepolisian Lalu Lintas menyarankan untuk tidak menanam pohon, tetapi hanya memasang jaring pemblokir cahaya di median jalan raya.

Baca juga: Tabrakan Beruntun 4 Kendaraan Mobil Ringsek dan Pemotor Luka Parah

Pohon-pohon di koridor keselamatan jalan raya harus dipertimbangkan ditanam dengan jarak tertentu agar tidak mempengaruhi keselamatan lalu lintas kendaraan di jalan ketika terjadi badai atau keadaan darurat.ah

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru