DPRD Lamongan Minta Pemerintah Cabut Status Dapur SPPG Bandel

realita.co
Husen, wakil Ketua II DPRD Lamongan. Foto: Dok Defit

LAMONGAN (Realita) - Persoalan siswa keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Lamongan, mendapat sorotan dari Husen, wakil Ketua II DPRD Lamongan.

Menurutnya, mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan harus mentaati prosedur dalam menjalankan pekerjaanya.

Baca juga: Orang Tua Murid PAUD di Madiun, Keluhkan MBG Berjamur

"Jangan menganggap sepele terhadap urusan masak-memasak, karena dampaknya cukup besar dan bahaya. Apalagi ada pikiran, ini bantuan dan gratis lalu lalai dalam tugasnya," kata anggota dewan dari PDI-P itu, Kamis (18/9).

Kalau dipandang perlu, masih menurut Husen, tim gizinya terus ditingkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) nya, supaya profesional. Dan kepada pihak sekolah, juga harus menyiapkan tenaga khusus yang bertugas untuk memeriksa setiap makanan datang. Bisa melibatkan tim UKS yang sudah dilatih, sehingga makanan datang tidak langsung disajikan ke peserta didik," lanjutnya.

Disinggung soal banyaknya persoalan MBG dibeberapa tempat, yang ditemukan nasi basi, hingga makanan berjamur, Husen menegaskan perlunya tim pengaduan khusus.

"Pemerintah Daerah saatnya punya tim aduan khusus, sehingga tiap hari bisa update pelaksanaan MBG. Aduan yang bersumber dari sekolah. Tapi kalau pengelola dapur, menyepelekan dan membandel, wajib bagi Pemda mencabut statusnya dan mencarikan ganti pengelola lainnya," tegasnya.

Seperti diketahui, belasan siswa dari SMA Negeri 2 Lamongan diduga keracunan usai menyantap hidangan soto dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (17/9).

Baca juga: DPRD Lamongan Soal Izin Perumahan: Jika Tanah Belum AJB, Jangan Ada Pembangunan

Belasan anak tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah, jalan Merpati Lamongan, RS Permata Hati dan Klinik Sartika setelah mengalami muntah-muntah.

Kepala Humas dan Pemasaran RSI Nasrul Ummah, Irmayanti, membenarkan bahwa belasan siswa yang dirawat mengalami gejala keracunan akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan usai melakukan observasi terhadap para korban.

“Ini ada kasus keracunan makanan dari MBG dari SMA Negeri 2 Lamongan,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

"Total ada 13 siswa yang sempat dirawat. Namun, empat pasien sudah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan. Jadi yang masih ada di sini (RSI Nasrul Umah) menjalani observasi masih sembilan orang,” jelasnya.

Baca juga: Awas! DPRD Lamongan Soroti Proyek Jelang Tutup Tahun Anggaran

Dari sembilan pasien yang masih berada di rumah sakit, dua di antaranya diindikasi membutuhkan perawatan lebih lanjut dengan rawat inap. "Masih menunggu tindak lanjut dari pemeriksaan lanjutan,” tambahnya.

Lebih jauh, Irmayanti menyampaikan bahwa pihak berwenang terkait program MBG di Lamongan sudah menjenguk para siswa yang sedang dirawat. "Ini juga sudah ada bapak-bapak yang dari pihak MBG, jadi nanti mungkin ada tindak lanjut juga,” ucapnya.

Reporter : Defit Budiamsyah

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru