Korban Tewas Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Bertambah Jadi 37 Orang

Reporter : Redaksi
Petugas mengevakuasi korban reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Foto: Yudhi

SIDOARJO (Realita)– Jumlah korban jiwa akibat ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus bertambah. Hingga Minggu malam, 5 Oktober 2025, total 37 santri dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin sore, 29 September 2025, saat puluhan santri tengah mengikuti kegiatan mengaji di lantai dua musala. Tanpa diduga, struktur atap bangunan yang baru selesai direnovasi dua bulan lalu itu tiba-tiba roboh dan menimpa para santri yang berada di bawahnya.

Baca juga: Ribuan ASN Sidoarjo Teguhkan Komitmen Bangun Daerah pada Apel Akbar 2026

Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih melakukan proses evakuasi hingga malam hari. Tumpukan puing beton dan rangka baja menyulitkan petugas dalam mencari korban yang diduga masih tertimbun.

Baca juga: Pengelolaan Anggaran dan Pajak Surabaya Jadi Rujukan Pemkab Sidoarjo

“Proses evakuasi terus kami lakukan secara hati-hati karena banyak bagian bangunan yang masih labil,” kata Kepala BPBD Sidoarjo, Hadi Prasetyo, Minggu malam.

Seluruh jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga. Berdasarkan data terakhir, RS Bhayangkara menerima 32 jenazah dan dua body part. Dari jumlah itu, tiga jenazah telah diserahkan kepada keluarga, sementara 29 jenazah dan dua body part masih dalam proses identifikasi. Total keseluruhan korban meninggal mencapai 37 orang, delapan di antaranya sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca juga: Atasi Banjir Secara Terpadu, Pemkab Sidoarjo Matangkan Masterplan Penataan Kota

Kabid Dokkes Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi M. Khusnan, mengatakan proses identifikasi dilakukan sesuai standar internasional. “Ada tiga tahapan utama, yaitu pembacaan data di lokasi kejadian, pengumpulan data antemortem, dan rekonsiliasi,” ujarnya.yudhi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru