Bonus dan Tantiem Komisaris BUMN Dihapus, Rosan: Banyak Manipulasi

realita.co
Rosan Perkasa Roeslani. Foto: Dok Danantara

JAKARTA (Realita)- CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan alasan di balik keputusan menghapus bonus dan tantiem untuk komisaris BUMN, yaitu karena banyak laporan keuangan yang sebelumnya dipoles agar tampak bagus.

Ia menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap praktik manipulasi laporan keuangan dan menolak segala bentuk korupsi di lingkungan BUMN.

Baca juga: Kejar Kerugian Negara Rp7,9 Miliar, Kejari Tanjung Perak Tahan Komisaris PT DJA

Rosan menyebut, di banyak negara lain, komisaris hanya menerima gaji pokok karena tugasnya terbatas pada fungsi pengawasan, bukan pencapaian laba.

Namun, di Indonesia, ada komisaris yang justru mendorong agar laba perusahaan terlihat tinggi dengan cara mempercantik laporan, bahkan hingga melakukan fraud.

Baca juga: Perusahaan Energi Arab Saudi Investasi Rp 162 Triliun ke Danantara

Karena itu, ia berencana melakukan koreksi besar-besaran terhadap laporan keuangan BUMN mulai tahun depan, termasuk pada perusahaan besar.

Ia juga menyoroti praktik perusahaan yang tampak mencatat laba tinggi tetapi tidak mampu membayar dividen. Di bawah kepemimpinannya, Rosan menegaskan tidak akan ada lagi manipulasi kinerja keuangan.

Baca juga: Dengan Aset Lebih dari Rp 10 Ribu Triliun, Danantara Jadi Magnet Investor Asing Masuk Indonesia

Ia optimistis, dengan tata kelola yang lebih bersih dan transparan, dividen BUMN pada 2025 bisa meningkat hingga Rp140 triliun, naik signifikan dari Rp85,5 triliun pada tahun sebelumnya.gu

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru