Balita Tewas di Bandung Penuh Luka, Akibat Hantaman Benda Tumpul, Kondisinya Mengenaskan

realita.co
Korbam semasa hidup. Foto: dok pribadi

BANDUNG (Realita)- Polisi mengungkap adanya indikasi penganiayaan terhadap RA (4), balita laki-laki yang meninggal dengan tubuh penuh luka di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (21/11) lalu.

Hal itu berdasarkan penyelidikan sementara Satreskrim Polrestabes Bandung, termasuk hasil visum dan otopsi.

“Dari hasil kesimpulan kami bahwa memang diduga adanya dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang menyebabkan korban meninggal dunia,” kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung Kompol Anton, kepada wartawan pada Senin (24/11).

Baca juga: Balita di Sidoarjo Ditemukan Tewas dengan Luka Lebam di Kamar Kos

Anton menyatakan bahwa luka-luka pada tubuh korban ialah luka baru dan lama. Luka-luka tersebut kuat disinyalir berasal dari hantaman benda tumpul.

“Di situ tampak memang kekerasan benda tumpul, yang ada di bagian kepala, baik di dahi maupun di bagian belakang, kemudian ada juga di sekujur tubuhnya, di tangan, kaki, dan di sekitar dada juga ada,” ungkap dia.

Belum ada tersangka dalam kasus ini. Namun, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang saksi sejauh ini.

“Ada lima orang saksi yang sudah diperiksa untuk dimintai keterangan. Masih didalami. Mohon doanya,” kata dia.

Kondisi kematian balita RA sendiri telah membetot perhatian publik, menyusul viralnya di media sosial.

Ibu kandung korban Titawati, merasa terpukul mendapati kabar anak bungsunya telah tiada. Terlebih, saat tahu bahwa terdapat luka pada sekujur jasadnya.

Baca juga: Rewel, Bayi Usia 2,5 Tahun di Batu, Disiksa Pasangan Kumpul Kebo Ibunya

Ia bilang awalnya mendapat kabar bahwa sang buah hati meninggal karena terjatuh di kamar mandi, tapi kemudian terdapat sejumlah kejanggalan sehubung adanya luka pada tubuh anaknya.

Menurut informasi yang dia terima, RA dibawa ke RSUD Ujungberung pada Jumat (21/11) sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian, dinyatakan meninggal pada esok harinya, Sabtu (22/11) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB.

“Lebam di tangan kanan, kiri, di kaki, di perut, di kepala ada pendarahan di otak. Terus tulang dada,” katanya, saat dihubungi wartawan, Minggu (23/11).

Namun begitu, ia telah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Jenazah RA sendiri telah dimakamkan pada Minggu (23/11) di kampung halaman Titawati, di Kampung Baeud, Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.kus

 

 

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru