PALEMBANG (Realita)- Kurang dari 24 jam polisi berhasil menangkap pemalak di Simpang Macan Lindungan Palembang yang menikam Al Kodirin (44) sopir asal Lampung hingga tewas.
Kabar ini dibenarkan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan saat dikonfirmasi.
Baca juga: Beri Uang Receh, Sopir Truk Ditusuk 4 Pemalak hingga Meninggal
"Benar 2 dari 4 pelaku sudah berhasil ditangkap anggota Satresekim Polrestabes Palembang Ospnal Pidum," ungkap Andrie, Selasa (25/11/2025).
Penangkapan dilakukan oleh Tim opsnal Pidum Polrestabes Palembang yang dipimpin Kasubnit Ospnal Ipda Popay.
Hingga saat ini petugas masih di lapangan melakukan penyelidikan mendalam dan melakukan pengembangan.
"Sabar ya saat ini masih dikembangkan, kita juga masih mendalami peran kedua pelaku ini," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, penusukan yang menewaskan sopir truk dilakukan pemalak di Simpang Macan Lindungan Jalan Letjen Alamsyah Ratu Perwiranegara Keamatan IB I, Palembang tepatnya Simpang Macan Lindungan kembali terjadi, Senin (24/11/2024), sekitar pukul 19.00.
Korbannya adalah Al Kodirin (44), warga Simpang Tulung Itik II Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah.
Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi berawal saat korban bersama kernetnya, Husaini (36) bersama mengendarai truk melintas dari arah Musi 2 Menuju Soekarno Hatta Palembang.
Pada saat itu Husaini bersama korban terjebak Macet di Lampu Merah Simpang 5 Macan Lindungan.
"Terjebak macet pak awalnya di lokasi tersebut ," katanya Husaini kepada petugas.
Tiba-tiba datanglah 4 orang laki-laki yang tidak dikenal mendatangi keduanya yang berada di dalam truk.
Tiga orang menghampiri Al Kodirin yang saat itu posisi korban berada di sebelah kanan (sopir).
Sementara satu orang sisanya mendatangi Husaini yang duduk di sebelah kiri mobil.
Husaini sempat mendengar percakapan antara korban dengan 3 orang laki-laki tersebut
“Saya minta uang untuk beli minum," kata seorang di antaranya kepada Al Kodirin.
Kemudian korban menjawab “Ayo minum bareng”.
Lalu kemudian pelaku menjawab “Ayo kalau mau minum bareng kita ke Indomaret"
Korban pun lantas memberikan uang Rp2.000.
Akan tetapi pelaku marah dan tidak terima, lalu korban langsung menginjak gas akan tetapi ditahan oleh 4 orang pelaku.
"Diberikan uang Rp2 ribu oleh korban. Tetapi pelaku ini marah dan diadang 4 pelaku, " katanya.
Korban yang merasa ditahan lalu turun dari mobil kemudian para pelaku berlari minggir ke tepi jalan.
Kemudian korban kembali ke mobil lagi dan mengambil 1 buah besi.
Sementara empat orang pelaku datang lagi ke mobil dengan 1 orang membawa pisau, 1 orang membawa batu dan 1 orang membawa bambu dan 1 orang lagi dengan tangan kosong.
Kemudian korban memukul orang yang membawa pisau, lalu pelaku yang membawa pisau tersebut jatuh dan bangun kemudian langsung mengejar korban.
Korban berlari ke arah mobil, sementara pelaku mengejar.
"Saya sempat menghalang 3 orang pelaku. Namun 1 orang melempar saya dengan batu dan mengenai pundak sebelah kanan saya," ungkapnya.
Lalu, saat itu Husaini melihat pelaku yang membawa pisau telah lari dan 3 orang yang diadangnya ikut lari.
Sedangkan korban sudah tergeletak di samping pintu supir.
"Korban sudah bersimbah darah pak dan terbujur kaku," ungkapnya.
Simpang Macan Lindungan Palembang adalah sebuah persimpangan jalan yang berada di kawasan Macan Lindungan, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Lokasi ini dikenal sebagai salah satu titik lalu lintas penting karena menghubungkan beberapa ruas jalan utama di Palembang, termasuk akses menuju Jalan Demang Lebar Daun, Jalan Kolonel Burlian, dan kawasan Bukit Lama.
Di sini pula menjadi jalur penghubung antara pusat kota dengan area permukiman, perkantoran, serta kawasan pendidikan di sekitarnya.
Tak hanya itu, Simpang Macan Lindungan menjadi titik yang sering dilalui kendaraan dari arah bandara maupun pusat kota.la
Editor : Redaksi