SERANG (Realita)- Hujan deras disertai petir yang mengguyur wilayah Kasemen, Kota Serang, pada Selasa (2/12/2025) sore, menyebabkan sembilan petani di Lingkungan Wadas Badamusalam Barat, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, tersambar petir.
Kejadian itu bermula saat mereka sedang berteduh disebuah gubuk di tengah hujan deras. Semula mereka sedang membersihkan rumput. Namun, hujan turun lebih dulu sehingga mereka memutuskan berhenti sejenak dan meneduh di gubuk yang berada di Blok. Dari sanalah petir menyambar dan mengenai para korban.
Baca juga: Perempuan di NTT Tewas Tersambar Petir di Rumah
Menurut keterangan salah satu keluarga korban, Istianah, dia mendapat kabar adanya sambaran petir yang mengenai petani dari ponakan. “Ponakan lari-lari datang minta tolong ada warga gang kesamber petir,” ucapnya, Selasa (2/11/2025).
Mendengar itu, keluarganya langsung panik dan berlari keluar rumah tanpa sempat memakai pakaian lengkap. Istiana mengatakan, para korban yang sedang di gubuk tidak sempat menghindar. Hujan mengguyur deras, dan beberapa dari mereka duduk serta berdiri bergantian menunggu cuaca membaik.
“Tidak ada yang menyangka petir akan menyambar begitu dekat. Jadi lagi duduk, berdiri, duduk lagi. Tahu-tahu petir nyamber aja,” ujarnya.
Baca juga: Disambar Petir saat Hujan, Rumah Warga Ponorogo Rusak Parah
Akibat kejadian itu sembilan orang tersambar petir, empat orang diantaranya meninggal dunia. Mereka adalah AH (48), SN (52), AW (37), dan RF (48). Lima korban lainnya mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit. Mereka adalah SM (27), BH (60), SY (55), AK (55), dan TH (44).
"Sebagian keluarga korban lain kebingungan saat pertama kali mendengar kabar karena kondisi di sawah cukup jauh dari permukiman. Beberapa warga berlari sambil membawa bambu, mengira situasi darurat lain sedang terjadi," ucap dia.
Baca juga: Berteduh di Bawah Pohon, Siswi Kelas 12 SMA Meninggal Tersambar Petir
Editor : Redaksi