EISLEBEN (Realita)- Seorang ibu di Mitchells Plain, Afrika Selatan mengalami duka yang mendalam setelah putranya, Angelo Adams, tewas mengenaskan saat dalam perjalanan ke tempat kerja dalam kecelakaan beruntun yang mengerikan di Eisleben Road, Mitchells Plain pada Rabu sore.
Sarah Adams mengatakan bahwa ayah empat anak berusia 35 tahun itu sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya pada shift malam ketika ia tertabrak oleh sebuah BMW yang melaju kencang.
Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Jalinsum, 1 Pengendara Tewas
Gambar dan video kejadian mengerikan itu membanjiri media sosial pada hari Rabu.
Rekaman itu menunjukkan pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi ke arah lalu lintas yang berlawanan arah sehingga menyebabkan beberapa tabrakan dan mengakibatkan banyak pengemudi dan penumpang mengalami luka-luka serta dirawat di rumah sakit.
Sebuah video mengerikan juga menunjukkan tubuh Angelo, terbelah dua dan tergeletak beberapa meter jauhnya, sementara korban yang terluka dirawat di tempat kejadian.
Baca juga: Mekanik Tewas Ditabrak Mobil Ojek Online
Pengemudi BMW selamat dari kecelakaan itu dan juru bicara polisi Sersan Wesley Twigg mengonfirmasi bahwa polisi Lentegeur mendaftarkan kasus mengemudi dengan lalai mengakibatkan korban jiwa
Twigg melaporkan: "Menurut laporan, pengemudi BMW melaju di sisi jalan yang salah dan menabrak pejalan kaki. Pejalan kaki tersebut dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian oleh petugas medis."
Baca juga: Truk Menyeberang ke Jalur Berlawanan, 3 Pengendara Tewas
Pengemudi BMW menabrak empat kendaraan lain, melukai pengemudi dan penumpangnya, termasuk anak-anak. Korban luka, termasuk pengemudi BMW, dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Keadaan seputar insiden tersebut masih dalam penyelidikan dan belum ada penangkapan.
Petugas hubungan masyarakat untuk Forum Kepolisian Komunitas Lentegeur, Shahiem van Nelson, menambahkan: "Sebagai Forum Kepolisian Komunitas Lentegeur, kami mendesak polisi untuk mempercepat penyelidikan atas tragedi mengerikan ini dan jika ada bukti kelalaian atau perilaku mengemudi yang ugal-ugalan, maka orang tersebut harus dimintai pertanggungjawaban dan diadili untuk menghadapi konsekuensi atas tindakannya."ju
Editor : Redaksi