LEBARAN tahun 1948 jatuh pada hari Jumat, 6 Agustus. Sementara pemerintah pendudukan Belanda menetapkan Sabtu, 7 Agustus. Saat itu, Jakarta diduduki Belanda. Pemerintah Indonesia telah hijrah ke Yogyakarta.
Karena bertepatan dengan bulan kemerdekaan, penduduk Jakarta bertekad mengadakan salat Id di halaman rumah Pegangsaan Timur 56, tempat Sukarno membacakan Proklamasi kemerdekaan. Namun, dilarang oleh aparat Belanda. Mereka menawarkan di lapangan Gambir.
Panitia salat Id menolak. Pegangsaan Timur 56 oleh rakyat dianggap simbol Republik, sedangkan lapangan Gambir simbol kekuasaan asing.
Meski dilarang, salat Id tetap berlangsung di halaman rumah Pegangsaan Timur 56 dengan penjagaan ketat tentara Belanda.anri
Editor : Redaksi