Siap-siap, Gerbong Mutasi Pemkab Ponorogo Segera Bergerak

Advertorial

PONOROGO (Realita)- Krisis kepemimpinan di sejumlah pos krusial Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memaksa Plt Bupati Lisdyarita mengambil langkah cepat.

Guna memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap optimal, gerbong mutasi PNS hingga open bidding dipastikan segera bergulir dalam waktu dekat.

Lisdyarita menegaskan, pihaknya saat ini tengah mematangkan proses manajemen talenta sebagai fondasi utama perombakan birokrasi, sekaligus menjawab tantangan banyaknya kursi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) yang selama ini hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Menurutnya, pemetaan talenta akan menjadi instrumen penentu dalam menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensinya.

“Untuk mutasi nanti kita pakai pendekatan talenta. Kita lihat dari data talenta yang ada, kemudian nanti juga akan ada lelang jabatan. Setelah lelang, tetap harus ada paparan langsung ke saya, sehingga saya bisa menemukan sosok yang tepat untuk mengisi bidang-bidang masing-masing,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Langkah ini diambil menyusul data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo. Dimana Hingga April 2026, tercatat sedikitnya tujuh jabatan kepala dinas yang masih diisi oleh Plt, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip), Dinas Sosial P3A, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Baperinda, serta BPPKAD.

Kondisi ini diprediksi kian parah seiring dengan berakhirnya masa pengabdian sejumlah pejabat definitif. Kepala Disperpusip, Joni Windarto, telah pensiun pada Februari 2026. Menyusul kemudian Kepala Disnaker, Suko Kartono, yang akan memasuki masa purna tugas pada awal Mei, diikuti Kepala BKPSDM, Suprianto (awal Juni), Kepala Dispertahorti, Harry Sutrisno (awal Juli), Staf Ahli Bupati, Seni (awal Oktober), serta Asisten Pemkab Ponorogo, Harjono, pada akhir tahun 2026.

Menanggapi urgensi tersebut, Lisdyarita menjamin bahwa proses pengisian pejabat kali ini akan berbasis data yang akurat dengan tetap mematuhi seluruh tahapan birokrasi yang berlaku.

“Persiapannya sudah ada. Sekarang tinggal disampaikan ke saya, dalam waktu dekat ini kita mulai. Secepatnya kita sesuaikan dengan tahapan-tahapan yang ada, karena prosesnya cukup panjang. Kita harus detail, meneliti, dan tentunya memastikan formatnya tepat,” tambahnya.

Melalui penerapan manajemen talenta dan mekanisme lelang jabatan, Pemkab Ponorogo optimistis mampu meminimalisir ketergantungan pada posisi Plt, sehingga kualitas pelayanan publik dapat kembali berjalan maksimal tanpa kendala administratif. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru