Pengaspalan Jalan Jelidro–Kuwukan Dikeluhkan Warga, Akses Hanya Satu Arah dan Picu Kemacetan

realita.co
Pekerjaan perbaikan jalan di kawasan Jelidro–Kuwukan yang terus berlanjut hingga saat ini. Foto: Realita.co

SURABAYA (Realita) – Pekerjaan perbaikan jalan di kawasan Jelidro–Kuwukan terus berlanjut dan kini telah memasuki kurang lebih satu bulan pengerjaan.

Di lokasi, sebuah papan pemberitahuan terpasang jelas bahwa akses jalan sedang dalam proses pengaspalan ulang.

Baca juga: Beralih ke Digital, Pemohon Adminduk di MPP Siola Surabaya Kian Berkurang

"Sebelumnya, pihak kontraktor telah melakukan pengaspalan pada sisi kiri jalan. Namun, proses tersebut memicu protes dari warga sekitar. Warga menilai lapisan aspal yang dikerjakan terlalu tipis sehingga tidak mampu menahan beban kendaraan berat, seperti mobil dan truk. Akibatnya, beberapa titik aspal sempat mengalami ambalas saat dilintasi kendaraan," tegas Joko (41), warga sekitar, Senin (8/12/2025). 

Baca juga: Pengelolaan Anggaran dan Pajak Surabaya Jadi Rujukan Pemkab Sidoarjo

Keluhan warga ini kemudian ditindaklanjuti dengan peninjauan ulang pekerjaan. Pengaspalan di jalur tersebut memang memiliki tujuan penting, yaitu menyesuaikan tinggi jalan dengan struktur box culvert (gorong-gorong beton) yang berada di lokasi. Jika tidak dilakukan penyesuaian, dikhawatirkan jalan akan kembali rusak dan membahayakan pengendara.

Saat ini, meski terdapat proses pekerjaan, jalan masih dapat dilalui tetapi hanya menjadi satu arah, sehingga sering kali menimbulkan kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk. Pengendara harus bergantian melewati titik penyempitan jalan akibat aktivitas perbaikan.

Baca juga: Bayar Parkir Non-tunai Ditolak Jukir, Wali Kota Eri: Laporkan ke Satgas Anti-Preman

Pemerintah berharap masyarakat bersabar hingga proyek perbaikan ini rampung, sementara warga berharap pekerjaan dilakukan dengan kualitas yang lebih baik agar tidak kembali menimbulkan kerusakan di kemudian hari.mag

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru