Di Gresik Belasan Grup Qasidah Rugi Puluhan Juta, Karena Batal Ikut Lomba

realita.co

GRESIK (Realita)– Belasan grup qasidah yang tergabung dalam Perkumpulan Seni Qasidah Islami (PASQI) Gresik mengaku mengalami kerugian mencapai puluhan juta lantaran batal mengikuti acara Lomba Qasidah dan Gambus yang diselenggarakan oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) di atrium Icon Mall Gresik.

Mereka batal tampil karena merasa kecewa pihak penyelenggara tidak memasang logo PASQI baik di backdrop panggung maupun di flayer.

Padahal sebanyak 15 grup qasidah yang seharusnya mengikuti Lomba Qasidah dan Gambus pada tanggal 24 Januari 2026 lalu tersebut telah menjalani serangkaian persiapan sejak sebulan sebelum pelaksanaan perlombaan, dengan estimasi biaya operasional sekitar 2 jutaan tiap grup.

Perkiraan biaya itu meliputi pelatihan hingga membeli atau menyewa seragam beserta make up dan biaya pendaftaran.

“Jadi kalau ditotal keseluruhan ya mencapai puluhan juta, karena 15 grup itu melakukan persiapan sebulan sebelum pelaksanaan lomba. Otomatis sudah keluar biaya banyak, selain hanya biaya pendaftaran,” kata Ketua Dewan Pembina Paski Gresik Sutrisno.

Menurut Sutrisno, pihak PASQI sejatinya telah mengingatkan panitia penyelenggara Lomba Qasidah dan Gambus tersebut untuk menyematkan logo sebagai bentuk kerjasama kedua belah pihak.

Namun kenyataanya, hingga puncak pelaksanaan, hanya logo IPEMI dan sejumlah donatur acara yang dipasang di backdrop panggung maupun di flayer.

“Kenyataannya saat pelaksanaan logo Perkumpulan Seni Qasidah Islami (Pasqi) tidak ada. Karena tidak ada logo maka mengakibatkan seluruh anggota merasa kecewa, akhirnya semuanya memutuskan untuk tidak melanjutkan,” tandasnya.

Sutrisno mengungkapkan bahwa dalam hal ini PASQI Gresik menuntut sejumlah pertanggungjawaban kepada IPEMI selaku penyelenggara perlombaan, karena peristiwa ini telah merugikan belasan grup qasidah di bawah naungan PASQI yang mundur dari kepesertaan lomba.

“Pertama kami meminta IPEMI Gresik mengembalikan biaya pendaftaran 15 peserta yang sudah lunas. Kedua memberikan surat pernyataan permohonan maaf kepada PASQI, dan ketiga meminta IPEMI Jawa Timur untuk memberikan teguran atau sanksi atas kelalaian atau kesalahan yang dilakukan Ipemi Gresik,” terangnya.

Bahkan lebih dari itu, lanjut Sutrisno, PASQI Gresik tidak akan segan-segan membawa perkara ini ke ranah hukum jika IPEMI Gresik selaku pihak penyelenggara perlombaan tidak kooperatif dan mengembalikan kerugian uang pendaftaran dari 15 peserta yang sudah lunas.

“Kami minta i’tikad baik IPEMI Gresik selaku penyelenggara perlombaan untuk bertanggungjawab,” tegasnya.

Sementara Ketua IPEMI Gresik Deasy Andriani saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan lebih jauh atas tuntutan yang dilayangkan oleh PASQI Gresik terkait kerugian yang dialami belasan grup qasidah imbas batal mengikuti perlombaan di atrium Icon Mall Gresik.

“Mohon maaf saya tidak bisa menjelaskan tentang surat apa ini di WA karena bisa salah persepsi. Nanti saya kabari,” pungkasnya.yus

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru