ISLAMABAD (Realita)-- ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap masjid Syiah yang menewaskan sedikitnya 31 orang di Pakistan
Ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid di Islamabad saat salat Jumat menewaskan puluhan orang dan melukai lebih dari 169 orang. Ini adalah serangan paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak pemboman hotel Marriott tahun 2008.
Baca juga: Acara Konser Ditembaki, 60 Orang Tewas di Moscow, Rusia
Ledakan bom bunuh diri yang diklaim oleh kelompok Negara Islam (ISIS) di sebuah masjid Syiah di Islamabad menewaskan sedikitnya 31 orang pada Jumat, 6 Februari, dan melukai 169 lainnya. Serangan ini merupakan serangan paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak pemboman hotel Marriott tahun 2008.
Pejabat kota mengatakan 31 orang tewas dalam ledakan di masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra di daerah Tarlai di pinggiran kota, dengan puluhan lainnya dirawat karena luka-luka. Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat lebih lanjut.
Ledakan itu terjadi saat salat Jumat, ketika masjid-masjid di seluruh negeri dipenuhi oleh para jamaah. ISIS mengatakan salah satu militannya telah menargetkan jemaah, meledakkan rompi berisi bahan peledak dan "menyebabkan banyak kematian dan luka-luka", menurut SITE Intelligence Group, yang memantau komunikasi kelompok jihadis.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif bersumpah bahwa mereka yang berada di balik ledakan itu akan ditemukan dan dibawa ke pengadilan. Serangan itu adalah yang paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak September 2008, ketika 60 orang tewas dalam ledakan bom truk bunuh diri yang menghancurkan sebagian hotel bintang lima Marriott.
Baca juga: Dua Turis dan Pemandu Taman Ditembak Mati Militan
Para jurnalis AFP di rumah sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan melihat beberapa orang, termasuk anak-anak, dibawa masuk dengan tandu atau dengan memegang lengan dan kaki mereka. Petugas medis dan warga sekitar membantu menurunkan korban dengan pakaian berlumuran darah dari bagian belakang ambulans dan kendaraan. Setidaknya satu korban tiba di bagasi mobil.
Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar menyebut serangan itu sebagai "kejahatan keji terhadap kemanusiaan dan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip Islam". "Pakistan bersatu melawan terorisme dalam segala bentuknya," katanya dalam sebuah unggahan di X.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan "serangan terhadap warga sipil dan tempat ibadah tidak dapat diterima", menurut juru bicaranya.dia
Baca juga: Asyik Nonton Bola, Dua Warga Swedia Ditembak Pria Ngaku Anggota ISIS
Editor : Redaksi