PONOROGO (Realita)- Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyudono yang ada di kawasan eks Pasar Lanang Kota Ponorogo, Senin (09/02/2026).
Sidak yang dipimpin Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Nanik S. Deyang, dan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Mayjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha ini, untuk menindaklanjuti viral nya kabar dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) milik Noveta itu yang berada di bawah kandang burung walet.
Baca juga: Warning Mitra MBG Ponorogo-Pacitan, Wakil Kepala BGN: Gak Bener Saya Sikat
Menurut informasi yang dihimpun, petinggi BGN ini marah besar saat melihat kondisi dapur yang berada tepat di bawah kandang. Tak tanggung-tanggung SPPG di bawah naungan Yayasan Wanacatra Indonesia itu pun terancam akan ditutup oleh BGN.
Hal diungkapkan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Nanik S Deyang saat memberikan 200 bantuan becak listrik di Pedopo Pemkab Ponorogo. Mantan wartawati ini mengaku emosi nya tersulut saat melihat kondisi real SPPG tersebut.
Baca juga: Soal Dapur MBG di Bawah Kandang Burung, Dewan Ponorogo Desak BGN Kaji Ulang
“ Sebelum ke sini saya sidak dulu ke SPPG yang ada di pasar lanang itu. Emosi saya sudah naik. Masa SPPG di bawah kandang Burung Walet, saya tutup saja, itu gak bener,”ujarnya di hadapan ratusan penerima bantuan becak listrik.
Nanik bahkan menunjuk Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Mayjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha untuk memberi sanksi tegas berupa penutupan aktivitas terhadap dapur MBG bermasalah.
Baca juga: Waduh! Dapur MBG di Ponorogo di Bawah Kandang Burung, Dinkes Lakukan Sidak
“ Keselamatan anak-anak ini harus di jaga lo. Ini ada Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha. Beliau ini yang nanti akan menutup SPPG di Ponorogo yang gak bener itu,” ancamnya.
Diketahui sebelumnya, keberadaan SPPG Banyudono yang ada di bawah Kandang Burung Walet menuai sorotan sejumlah pihak. Kendati telah mengantongi Surat Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Ponorogo. Namun sejumlah pihak seperti DPRD dan Satgas MBG Kabupaten Ponorogo mendesak adanya pengkajian ulang aktifitas dapur MBG tersebut, karena diklaim rawan dari pencemaran kotoran burung. Bahkan keberadaan SPPG milik Novieta itu hingga viral di jagat Media Sosial (Medsos). znl
Editor : Redaksi