PONOROGO (Realita)- Dinas Kesehatan ( Dinkes) Ponorogo melakukan inspeksi mendadak ( Sidak) di Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) Banyudono yang berada di kawasan eks Pasar Lanang Kota Ponorogo, Senin (26/01/2026) kemarin.
Sidak ini sendiri dilakukan untuk mengecek kebersihan salah satu dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) itu, pasalnya SPPG ini diketahui berada di bawah kandang burung Walet. Tak hanya melihat kondisi dapur SPPG, tim Dinkes juga melihat ruang penyimpanan makanan dan mengecek ventilasi udara yang ada di dalam dapur.
Kendati telah beroperasi satu minggu lamanya, namun saat sidak dilakukan SPPG ini tidak dilengkapi plang dapur MBG, pun cat yang digunakan juga tidak menunjukkan identitas SPPG.
Sub Kordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga (Kesling-Kesjaor) Dinkes Ponorogo, Ari Susanti mengatakan sidak ini untuk menindaklanjuti adanya keluhan masyarakat terkait keberadaan SPPG dibawah naungan Yayasan Wanacatra Ponorogo yang diketahui berada di bawah kandang burung tersebut.
Pasalnya, warga khawatir residu kotoran burung masuk melalui celah-celah lantai, dan mengenai makanan yang akan diberikan kepada anak-anak.
" Jadi kami cek untuk memastikan bahwa SPPG ini sudah higienis dan aman dari kotoran burung. Terlebih SPPG ini sudah mengantongi SLHS ( Surat Layak Higienis dan Sanitasi ) dari Dinkes," ujarnya, Rabu (28/01/2026).
Ari mengungkapkan, sebelum diterbitkan SLHS pihaknya harus menerima lebih dulu rekomendasi kelayakan dari BGN (Badan Gizi Nasional ) terhadap SPPG yang diajukan.
" Jadi kita uji dulu IKL ( Inspeksi Kesehatan Lingkungan) nya, kita cek mulai depan pintu masuk sampai ke lokasi di dalamnya. Setelah memeriksa kualitas air bersihnya. Dan dari hasil laboratorium SPPG ini memenuhi syarat. Semua relawan juga di tes kesehatan sebelumnya," ungkapnya.
Sementara itu, Kordinator SPPG Wilayah Ponorogo Sheila Amanda mengaku, pihaknya sebelumnya telah melakukan monitoring terkait keberadaan SPPG Banyudono yang berada di bawah kandang hewan ini. Sebelum menerbitkan izin oprasional pihaknya telah meminta Mintra untuk menghentikan operasional kandang yang ada di lantai 2 dan 3 gedung ini.
" Saat dicek kandang tersebut ternyata sudah berhenti beroperasional. Karena memang tidak diizinkan dua kegiatan ekonomi dalam satu lokasi. Mitra mengiyakan sehingga dilanjutkan pembangunan SPPG," akunya.
Sheila mengungkapkan, bila dikemudian hari ditemukan masih ada aktivitas kandang burung diatas SPPG, maka izin operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) akan dicabut.
" Apabila nanti ditemukan bahwasanya hal-hal yang tidak diinginkan, mitra dan juga yayasan akan mendapatkan surat peringatan untuk berhenti oprasional," ungkapnya.
Ditempat yang sama mitra BGN, atau pemilik SPPG Banyudono Devita membenarkan, dapur MBG miliknya ini memang bekas kandang burung Walet, bahkan lantai 2 dan 3 juga difungsikan menjadi kandang burung Walet. Namun sejak gedung ini difungsikan menjadi SPPG aktivitas kandang burung Walet sudah dihentikan.
" Iya benar. Sejak saya mendapat persetujuan dari BGN. Akhirnya saya memilih untuk menonaktifkan gedung ini untuk kandang burung. Izinnya muncul Oktober kalau tidak salah," ujarnya.
Devita menambahkan, SPPG miliknya ini melayani 1000 porsi dengan 4 sekolah yang ada di kawasan Kota Ponorogo. SPPG ini sendiri sudah aktif satu minggu yang lalu.
" Kami menjamin kebersihannya, tadi juga sudah di cek. Saya juga selalu kordinasi, saya tipikal orang yang mematuhi aturan, kalau ada aturan seperti ini ya saya patuhi. Kalau ada kekurangan, juga saya penuhi," pungkasnya.znl
Editor : Redaksi