LAMONGAN (Realita)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan upaya eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC), yang sejalan dengan program nasional pengeliminasian TBC sesuai arahan Presiden Prabowo
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lamongan, Yany Khoirurakhmawati, mengatakan bahwa tahap awal dilakukan melalui skrining mandiri oleh masyarakat, baik melalui Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) pengisian E-Tibi.
Baca juga: Sinergi Cegah Tuberkolosis, Mbak Wali Beri Arahan Langsung kepada Kader Kilisuci
“Harapannya masyarakat bisa melakukan skrining secara mandiri. Jika dari skrining awal terdapat jawaban yang mengarah pada gejala TBC, maka akan kami lanjutkan dengan skrining sekunder,” ujarnya, Selasa, (10/2/ 2026).
Lebih lanjut, Yany menjelaskan pada skrining sekunder tersebut, Dinas Kesehatan Lamongan akan melakukan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan dahak, liur, hingga foto rontgen.
“Insya Allah tahun ini kami dibantu pemerintahan pusat untuk pemeriksaan dahak, pemeriksaan liur, dan pemeriksaan foto rontgen,” katanya.
Yany memaparkan, sejumlah gejala TBC yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan, keringat malam tanpa aktivitas, demam yang berulang, penurunan berat badan, sesak napas, serta nyeri dada.
Baca juga: Gelorakan Sidoarjo Bebas TBC 2030, Bupati Subandi Pimpin Kampanye Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS)
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lamongan, jumlah kasus TBC di Lamongan pada tahun 2025 tercatat sekitar 3.600 orang. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena TBC masih menjadi penyakit menular yang berdampak luas pada kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Lamongan mengimbau seluruh masyarakat untuk aktif mengikuti screening TBC. Kelompok berisiko tinggi, seperti perokok, menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan skrining.
“Beberapa waktu terakhir, perokok merupakan kelompok yang kami utamakan untuk screening TBC,” jelasnya.
Baca juga: Menuju Zero TBC 2030, Pemkot Surabaya Gencarkan Kolaborasi Berbasis Komunitas
Selain pemeriksaan kesehatan, faktor lingkungan dan kondisi gizi masyarakat juga turut berpengaruh terhadap risiko penularan TBC. Menurut Yany, kebersihan lingkungan memang penting, namun pemenuhan gizi yang baik menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat.
"Melalui upaya terpadu ini, Dinas Kesehatan Lamongan berharap program eliminasi TBC dapat berjalan optimal dan mendukung target nasional pengendalian TBC," tandasnya.yus
Editor : Redaksi