Dukung Program Nasional, Pemdes Jenangan Ponorogo Dorong Sektor Ketahanan Pangan

Advertorial

PONOROGO (Realita)- Pemerintah Desa (Pemdes) Jenangan Kecamatan Jenangan serius dalam men sukseskan program nasional di sektor katahanan pangan. Hal ini terlihat dalam realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun 2025, Pemdes Jenangan menjadikan prioritas pembangunan desa pada peningkatan produktivitas pertanian khususnya komoditas Bawang Merah. 

Kepala Desa Jenangan Toni Ahmadi mengatakan, guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian bawang merah yang dikelola BUMDes Rejeki Barokah di lahan lebih dari 6800 meter persegi, pihaknya menglontorkan penyertaan modal sekitar Rp 235 juta. 

“ Karena BUMDes ini awalnya tidak aktif, kami rangsang agar berkembang dengan pertanian Bawang Merah yang saat ini harganya lagi bagus. Nah penyertaan modal ini kami glontorkan agar BUMDes ini bergeliat lagi,” ujarnya, Selasa (10/02/2026). 

Toni optimis, pertanian Bawang Merah yang dikelola BUMDes dengan melibatkan Gen Z mampu berkembang pesat dan membawa dampat positif bagi masyarakat Jenangan. 

“ Kenapa Gen Z?, karena saat ini generasi muda kita jarang yang terjun ke dunia pertanian. Dengan program ini para anak-anak muda ini terjun langsung dan terlibat langsung. Akhirnya mereka punya ilmu di sektor pertanian. Dan tentunya program ini bisa membawa dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya. 

Lebih jauh, pihaknya mengaku pada priode pertama tanam ini belum menargetkan besaran Pendapatan Asli Desa (PADes). Pasalnya, tujuan awal program ini untuk merangsang Gen Z mengembangkan sektot pertanian di Desa Jenangan. 

“ Kita belum targetkan PADes banyak dalam priode awal ini. Biar jalan dulu biar semangat dulu mereka. Itu yang terpenting,”  akunya. 


Toni merinci pada tahun 2025 lalu, APBDes Jenangan dipatok Rp 2,06 miliar. Dengan rincian, Anggaran Dana Desa (ADD) Rp 579 juta, dan Dana Desa (DD) Rp 1,14 Miliar.  Anggaran ini sendiri direalisasikan untuk Program Bantuan Langsung Tunai (BLT ) Rp 90 juta kepada 25 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Ketahanan pangan penyertaan modal BUMDes Rp 235 juta, dan Padat karya tunai atau pembangunan infrastruktur Rp 317 juta. 

“ Tentunya program-program prioritas dan pembangunan infrastruktur desa tetap menjadi prioritas kami. Hal ini dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas ekonomi masyarakat di Desa Jenangan,” pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru