Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Induk AmongTani Fluktuatif Jelang Ramadhan

realita.co
Tim BAPANAS RI dan Tim gabungan sidak ke Pasar Induk AmongTani Kota Batu. Foto: Suprianto

BATU (Realita)- Berdasarkan hasil survei di lapangan jelang bulan suci Ramadhan ditemukan ada fluktuatif harga pada sejumlah komoditas penting, hal ini di ketahui saat Tim gabungan yang dipimpin oleh Badan Pangan Nasional (BAPANAS) RI 

Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan terhadap harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, pada Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Ketua APEL Kota Batu Setuju Rumah Bersubsidi, Asal Tidak Melanggar Tata Ruang Wilayah

Tim menemukan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas penting. Di kategori beras, harga bervariasi tergantung merek, seperti beras SPHP yang terpantau di angka Rp60.000 per 5kg, sementara beras merk Lahap dan Pandan Alam berada di kisaran Rp75.000 hingga Rp77.000 per kemasan 5kg.

Berikutnya, komoditas hortikultura menjadi perhatian khusus, terutama cabai rawit merah yang menembus harga Rp90.000 per kilogram. Sedangkan bawang merah dan bawang putih rata-rata dibanderol antara Rp28.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Untuk komoditas protein, daging sapi stabil di harga Rp125.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, dan telur ayam berkisar antara Rp29.500 hingga Rp30.000 per kilogram.

Baca juga: Kepala Disperkim Kota Batu Tegaskan Perda PSU Capai Tahap Penyempurnaan

Demikian juga, minyak Goreng: Minyakita Rp15.700/liter dan Sunco Rp41.000/2 liter.Gula Pasir: Rp16.500/kg. Kedelai: Rp12.000 - Rp15.000/kg. Jagung Pipilan Kering: Rp8.000/kg.

Dari hasil evaluasi di lapangan, Puspa Dewi mengungkapkan bahwa kenaikan beberapa bahan pokok saat ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni meningkatnya permintaan masyarakat mendekati bulan Ramadan serta adanya keterlambatan pasokan dari distributor

Baca juga: Keluarga Besar Divif 2 Kostrad Sambut Panglima Baru

" Adanya kenaikan harga pada beberapa poin komoditas dikarenakan faktor psikologis pasar mendekati puasa Ramadan dan kendala pasokan yang sedikit terlambat. Namun, koordinasi dengan Bulog dan dinas terkait akan terus diperkuat untuk memastikan stok tetap aman tersedia bagi warga Kota Batu," ungkap tim pemantau 

Sinergitas antara Polres Batu dan pemerintah daerah akan terus ditingkatkan melalui pengawasan rutin guna mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat merugikan konsumen serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan ketersediaan pangan yang mencukupi. Ucapnya. (Ton)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru