BATU (Realita)- Wali Kota Batu Nurochman menilai nama Desa Bumiaji merupakan representasi jati diri Kota Batu secara keseluruhan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Festival Jenang Suro 2026 bertema “Hametri Bumi Kang Aji” dengan jargon Guyub Rukun Seduluran di Desa Bumiaji, Kamis (25/6/2026).
Festival yang diikuti 12 RW se-Desa Bumiaji tersebut digelar sebagai upaya melestarikan tradisi budaya Jawa warisan leluhur sekaligus menjadi bagian dari rangkaian selamatan desa. Acara dibuka oleh Kepala Desa Bumiaji, Edy Suyanto.
Dalam sambutannya, Nurochman mengapresiasi Pemerintah Desa Bumiaji yang terus berinovasi mengangkat nilai-nilai budaya lokal sebagai identitas daerah.
“Desa Bumiaji merupakan salah satu simbol jati diri Kota Batu yang perlu terus dikembangkan dan dilestarikan keberadaannya,” ujar Nurochman.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan berdoa agar Desa Bumiaji semakin maju, masyarakatnya sejahtera, serta lahannya tetap subur sebagai penopang sektor pertanian.
“Kota Batu dikenal sebagai daerah yang memiliki tanah subur. Semoga masyarakat Desa Bumiaji diberikan kemakmuran dan hasil bumi yang melimpah,” katanya.
Menurut Nurochman, sektor pertanian tetap menjadi kekuatan ekonomi Kota Batu. Apa pun yang ditanam masyarakat di lahan pertanian diharapkan mampu memberikan hasil yang bermanfaat dan menopang perekonomian daerah dalam berbagai situasi.
Sementara itu, Kepala Desa Bumiaji Edy Suyanto menjelaskan rangkaian kegiatan selamatan desa telah dimulai sejak 1 Muharam. Kegiatan tersebut meliputi doa bersama, khataman Al-Qur’an, Festival Jenang Suro, kirab tumpeng hasil bumi, hingga puncak acara Ider Dungo.
Ia berharap seluruh warga menjadikan momentum selamatan desa sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan dalam membangun Desa Bumiaji ke depan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kebersamaan masyarakat agar memiliki visi yang sama untuk memajukan Desa Bumiaji menjadi lebih baik,” ujar Edy.
Ketua RW 03 Desa Bumiaji, Khoirul Anwar, berharap Festival Jenang Suro dapat terus berkembang dan semakin meriah setiap tahunnya. “Alhamdulillah, pelaksanaan tahun 2026 sudah berjalan baik. Ke depan semoga bisa lebih baik lagi,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bagus Rahmawan menjelaskan tema griyo tahun ini, yakni “Dalem Joyo Rahayu”. Tema tersebut memiliki filosofi rumah yang dimuliakan dan dihormati, sementara “Joyo” merujuk pada salah satu tokoh leluhur pembabat alas yang memiliki sejarah penting dalam perkembangan Desa Bumiaji.
Festival Jenang Suro menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat identitas Desa Bumiaji sebagai bagian penting dari sejarah dan perkembangan Kota Batu. (Ton)
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-49295-wali-kota-batu-desa-bumiaji-cerminan-jati-diri-kota-batu