JEMBER (Realita) – Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, mendorong percepatan pembangunan flyover di simpang Mangli, Kabupaten Jember.
Proyek dengan estimasi anggaran Rp700–800 miliar itu ditargetkan bisa segera masuk tahap eksekusi setelah dokumen perencanaan teknis rampung dan kesiapan lahan dipastikan.
Baca juga: Menteri PU Prioritaskan Revitalisasi 16 Jembatan dan 50 Bendung di Jember
Dalam kunjungan kerjanya di Jember pada Minggu (22/02/2026), Dody bersama Bupati Muhammad Fawait membahas secara rinci urgensi pembangunan, desain konstruksi, hingga skema pelaksanaan.
Flyover sepanjang kurang lebih 1,1 kilometer itu dirancang menghubungkan kawasan Mangli menuju pusat kota, titik yang selama ini menjadi simpul kemacetan utama.
Secara teknis, Kementerian PU menilai simpang Mangli masih bisa diurai lewat manajemen lalu lintas. Namun proyeksi pertumbuhan kendaraan dan arah industrialisasi Jember membuat pemerintah pusat memilih solusi jangka panjang berupa pembangunan flyover permanen.
“Kalau hanya rekayasa lalu lintas, itu solusi sementara. Kita bicara kebutuhan 20 tahun ke depan. Infrastruktur harus mengantisipasi pertumbuhan, bukan sekadar merespons kemacetan hari ini,” ujar Dody.
Ia menegaskan, pembangunan akan mempertimbangkan desain empat jalur agar kapasitas memadai dalam jangka panjang. Menurutnya, membangun dua jalur saja berisiko menimbulkan kepadatan kembali dalam waktu singkat.
“Kalau kita bangun, sebaiknya sekalian empat jalur agar 20 tahun ke depan masih aman. Kalau hanya dua jalur, saya khawatir lima tahun sudah penuh lagi. Kemacetan di flyover jauh lebih berbahaya dibandingkan kemacetan di jalan biasa,” tegasnya.
Selain desain, persoalan lahan menjadi faktor krusial. Pemerintah pusat meminta Pemkab Jember memastikan pembebasan lahan tuntas agar proyek tidak tersendat saat konstruksi dimulai. Target awal kick-off diproyeksikan 2026 dengan estimasi pengerjaan normal sekitar tiga tahun, namun percepatan tetap diupayakan.
“Kalau lahannya siap, kita bisa dorong lebih cepat. Jangan sampai konstruksi tertunda karena urusan administratif. Kami siap mendukung sepanjang prasyaratnya terpenuhi,” pungkas Dody.
Sementara itu, Bupati Muhammad Fawait menilai pembangunan flyover Mangli sebagai langkah strategis membuka ruang investasi baru. Kemacetan hampir setiap hari di simpang tersebut dinilai menjadi hambatan bagi arus logistik dan mobilitas barang.
Baca juga: Mendikdasmen Masukkan Bahasa Inggris sebagai Mapel Wajib SD Tahun 2027, Jember Diminta Bersiap
“Kalau kemacetan dibiarkan, ini tidak menarik bagi investor. Industrialisasi membutuhkan infrastruktur yang memadai. Kita ingin Jember lebih maju, dan itu harus disiapkan dari sekarang,” ujar Fawait.
Menurutnya, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kesiapan Jember memasuki fase pertumbuhan ekonomi baru. Ia memastikan pemerintah daerah akan mengawal proses administrasi dan pembebasan lahan agar proyek bisa segera dieksekusi.
“Ini bukan hanya soal flyover, tapi soal masa depan Jember. Kami akan percepat semua yang menjadi kewenangan daerah agar pembangunan bisa dimulai sesuai harapan masyarakat,” pungkas Gus Fawait. (R-dy).
Editor : Redaksi