KEDIRI (Realita) - Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku mulai 1 Maret 2026. Penyesuaian tersebut turut diterapkan di seluruh SPBU wilayah Kediri (3/3).
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan secara berkala dengan mengacu pada formula harga yang ditetapkan pemerintah, serta mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan secara berkala dan tetap menjadikan harga Pertamax dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif,” ujarnya.
Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, harga BBM non-subsidi per 1 Maret 2026 ditetapkan, antara lain Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, Dexlite Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.
Harga tersebut dapat berbeda di tiap daerah sesuai ketentuan PBBKB masing-masing pemerintah daerah.
Penyesuaian harga BBM non-subsidi per 1 Maret 2026 telah diinformasikan kepada konsumen melalui sarana resmi SPBU. Di SPBU Joyoboyo, Kota Kediri, papan totem menampilkan harga terbaru BBM non-subsidi sesuai kebijakan Pertamina.
Meski terjadi penyesuaian harga BBM non-subsidi, Pertamina memastikan pelayanan serta distribusi BBM di SPBU wilayah Kediri tetap berjalan normal. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak mengalami perubahan harga.nia
Editor : Redaksi