Panic Buying Mereda, Antrean BBM di SPBU Jember Mulai Normal

realita.co

JEMBER (Realita) – Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember mulai berangsur normal setelah sempat membludak akibat panic buying masyarakat dalam dua hari terakhir.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan tren pembelian BBM mulai menurun dibandingkan hari sebelumnya.

Baca juga: Panic Buying, CBA: Dasco Harusnya Salahkan Bahlil dan Dirut Pertamina 

Kondisi ini terlihat setelah pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi bersama kepolisian, Pertamina, dan Hiswana Migas hingga dini hari untuk memastikan distribusi BBM tetap aman.

Menurut Fawait, pada Kamis lalu antrean kendaraan masih cukup panjang di sejumlah SPBU. Namun pada Jumat, intensitas pembelian mulai menurun sehingga antrean perlahan kembali normal.

“Perkembangannya dari Kamis ke Jumat pembelian sudah mulai kembali normal, sudah mulai menurun. Tidak semua masyarakat lagi panik karena sudah mulai yakin stok BBM ini aman,” ujar Fawait.

Ia menjelaskan, antrean saat ini sebagian besar hanya terjadi di SPBU wilayah perkotaan. Sementara di daerah pinggiran, antrean relatif lebih pendek bahkan masih berada di dalam area SPBU.

“Memang masih ada antrean di beberapa SPBU di wilayah kota, tetapi di wilayah pinggiran kondisinya jauh lebih terkendali. Kalau pun antre ada, masih di dalam areal SPBU,” jelasnya.

Baca juga: Panic Buying Pemicu Langkanya LPG 3 Kilogram di Ponorogo

Pemerintah Kabupaten Jember memastikan pasokan BBM terus ditambah untuk menjaga ketersediaan. Pada Jumat (06/03/2026) tercatat ada tambahan sekitar 100 ribu liter BBM untuk wilayah Jember.

Sementara pada Sabtu, distribusi BBM kembali ditambah sekitar 300 ribu liter guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.“Stok BBM di Jember sangat aman bahkan melimpah. Penambahan distribusi juga terus dilakukan oleh Pertamina sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian berlebihan,” tegas Fawait.

Selain memastikan pasokan aman, Pemkab Jember bersama kepolisian juga memperketat pengawasan di lapangan untuk mencegah praktik penimbunan BBM yang dapat memicu kepanikan masyarakat.

Petugas dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan diterjunkan bersama aparat kepolisian untuk memantau aktivitas pembelian di SPBU. Jika ditemukan indikasi penimbunan, pemerintah memastikan akan memberikan peringatan hingga tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

Fawait pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya, karena ketersediaan BBM di Kabupaten Jember dipastikan cukup hingga Hari Raya Idul Fitri.

“Saya berharap masyarakat tetap tenang. Stok BBM aman bahkan melimpah dan insyaallah cukup sampai Lebaran,” pungkasnya.rdy

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru