Di Tengah Ancaman Narkoba dan Disrupsi Digital, Pramuka Kota Kediri Diminta Berinovasi Menjaga Generasi Muda

realita.co
Pelantikan Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), di Pendopo Omah Sawah, Sabtu (7/3). Foto:Tania

KEDIRI (Realita) - Gerakan Pramuka di Kota Kediri didorong untuk terus berinovasi dalam membina generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari ancaman penyalahgunaan narkoba hingga pengaruh era digital yang semakin kuat.

Hal tersebut disampaikan dalam pelantikan Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Majelis Pembimbing Kelurahan, Dewan Kehormatan, Pusdiklatcab, Dewan Kerja Cabang, serta Brigade Penolong Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri yang digelar di Pendopo Omah Sawah, Sabtu (7/3).

Baca juga: Kolaborasi Lintas Lembaga, Penanaman Jagung Digenjot Menuju Target 1 Juta Hektare

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri, Dr. Edy Herwiyanto, mengatakan gerakan pramuka memiliki peran penting dalam membantu pendidikan karakter generasi muda sekaligus mendukung tugas pemerintah.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, salah satunya maraknya penyalahgunaan narkoba. Ia mengungkapkan berdasarkan informasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di Kediri tergolong tinggi.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk melakukan pencegahan sejak dini agar generasi muda tidak terlibat dalam peredaran narkoba, baik sebagai pengguna, pengedar maupun bandar,” ujarnya.

Selain itu, Edy juga menyoroti dampak era digital yang turut memengaruhi perilaku dan kebiasaan generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial memunculkan pergeseran budaya yang perlu disikapi secara bijak.
Karena itu, ia menilai gerakan pramuka tidak bisa hanya identik dengan kegiatan berkemah atau mengenakan seragam cokelat, tetapi harus mampu berinovasi dalam membina karakter generasi muda.

“Bagaimana kita bisa memberikan edukasi kepada adik-adik kita untuk menggunakan media sosial dengan bijak dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan tantangan ke depan tidak hanya terkait teknologi, tetapi juga persoalan lain seperti perkembangan ilmu pengetahuan hingga potensi krisis pangan. Menurutnya, pramuka harus mampu berperan aktif membantu pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Baca juga: Sinergi Pemkot Kediri dan BI, Bazar Pangan Murah Sekaligus Layanan Publik untuk Warga

Dalam kesempatan itu, Edy juga memberikan dukungan kepada kwartir ranting di Kota Kediri berupa bantuan masing-masing senilai Rp25 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kepramukaan di tingkat wilayah.

“Pramuka harus siap mandiri. Bagaimana kita bisa tetap bertahan dan bersama-sama membantu pemerintah serta masyarakat menyiapkan generasi penerus bangsa yang hebat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang juga menjabat sebagai Kamabicab Gerakan Pramuka Kota Kediri menegaskan bahwa gerakan pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, mandiri, dan disiplin.

Ia berharap nilai-nilai yang diajarkan dalam kepramukaan, seperti kejujuran, kerja sama, dan solidaritas, tidak hanya dipahami tetapi juga benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai pramuka itu bukan hanya dipahami, tetapi harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari agar benar-benar bermanfaat,” kata Mbak Wali.

Baca juga: Pengawasan Kos Diperketat Selama Ramadan, DPRD Kediri Soroti Potensi Pelanggaran Moral dan Narkoba

Menurutnya, momentum pelantikan yang bertepatan dengan bulan Ramadan juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial di kalangan anggota pramuka, misalnya melalui kegiatan sederhana seperti berbagi takjil kepada masyarakat.

“Hal-hal sederhana seperti itu justru menanamkan nilai kepedulian dan gotong royong yang menjadi bagian dari ajaran pramuka,” pungkasnya.nia

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru