Jelang Lebaran, Pemkab Jember Kebut  Penutupan Jalan Berlubang

realita.co
Pemkab Jember mempercepat penanganan jalan berlubang di sejumlah ruas jalan kabupaten menjelang arus mudik Lebaran. Foto: Diskominfo

JEMBER (Realita) – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Satuan Tugas Infrastruktur dan Tata Ruang mempercepat penanganan jalan berlubang di sejumlah ruas jalan kabupaten menjelang arus mudik Lebaran.

Ditargetkan hingga tanggal 19 Maret 2026 mendatang seluruh jalan berlubang sudah ditutup.

Baca juga: Pemkab Jember Tertibkan Lapak PKL dan Spanduk Semrawut, Trotoar Dikembalikan untuk Pejalan Kaki

Anggota Satgas ITR yang juga Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Jupriono mengatakan perbaikan dilakukan secara serentak agar kondisi jalan lebih aman bagi masyarakat.

Percepatan penutupan lubang jalan merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Asri yang tidak hanya fokus pada kebersihan kota, tetapi juga peningkatan pelayanan infrastruktur bagi masyarakat.

“Seperti yang telah kami sampaikan, ini bagian dari Gerakan Indonesia Asri. Kita lakukan penertiban, gerakan kebersihan, dan gerakan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Jupriono, Selasa (10/03/2026).

Menurutnya, penanganan jalan berlubang dilakukan secara masif oleh tim Unit Reaksi Cepat (URC) di sejumlah titik prioritas. Selain perbaikan jalan, kegiatan tersebut juga disertai penataan kawasan kota, kebersihan lingkungan, serta pengaturan kelancaran lalu lintas.

“Mulai dari tutup jalan berlubang, kebersihan, ketertiban hingga kelancaran lalu lintas, semuanya kita lakukan secara bersama-sama agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.

Pemkab Jember menargetkan penutupan lubang jalan rampung sebelum puncak arus mudik. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 19 Maret agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Baca juga: Bupati Fawait Perkuat Pencegahan Peredaran Narkoba di Kalisat 

“Kita sampai tanggal 19, khusus gerakan tutup jalan. Karena kalau sudah tanggal 20 sudah mendekati Lebaran dan dikhawatirkan malah mengganggu arus mudik,” jelasnya.

Jupriono menambahkan, penanganan jalan dilakukan di sejumlah ruas jalan kabupaten yang menjadi prioritas perbaikan karena intensitas lalu lintasnya cukup tinggi.

“Untuk ruas jalan yang kita tangani ada sepuluh titik, sebagian berada di kawasan kota dan sebagian lagi di wilayah kecamatan,” ungkapnya.

Adapun ruas jalan yang menjadi sasaran perbaikan meliputi Jalan Tawangmangu di Kecamatan Sumbersari, ruas Lembengan–Cumedak di Kecamatan Ledokombo, Jalan Gayasan–Jatirejo di Kecamatan Jenggawah, serta ruas Ambulu–Mangli di Kecamatan Ambulu.

Baca juga: Ekonomi Jember di Atas Rata-Rata Jatim, IPM dan Stunting Masih Perlu Perhatian Serius

“Selain itu juga ada Sukoreno–Tegallo di Kalisat, Kemuningsari Lor–Tamangluguh di Bangsalsari, Basuki Rahmat di Jombang, Kertosari–Antirogo di Pakusari, Kasiyan–Grenden di Puger, dan Karangbayat–Mangungan di Sumberbaru,” paparnya.

Ia menegaskan percepatan penanganan jalan berlubang ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan di Jember lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas saat Lebaran.

“Harapan kami masyarakat bisa merasakan jalan yang lebih aman dan nyaman, terutama menjelang arus mudik dan aktivitas Lebaran nanti,” pungkas Jupriono. (R-dy).

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru