Pergeseran Libur Diprotes MUI, PKB: Kita Harus Husnuzon

realita.co
Maman Imanulhaq.

JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq angkat bicara ihwal protes Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal keputusan pemerintah untuk menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi SAW . Menurutnya, peringatan tersebut bisa diperingati kapan saja.

"Maulid Nabi itu artinya perayaan Rasulullah SAW. Rasul memang dilahirkan tanggal 12 robiul awal, tapi peringatannya bisa kita peringati kapan saja," ujar Maman saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Gus Qowim Hadiri Maulid Nabi dan Tasyakuran Pembangunan Kantor PCNU Tahap 2

Bahkan, kata dia, di beberapa tempat juga seringkali peringatan kelahiran Rasulullah lewat pembacaan kitab-kitab sejarah Rasul. Sehingga, hal ini bisa dilakukan tanpa batasan waktu.

"Oleh sebab itu saya berharap bahwa pergeseran ini tidak menimbulkan persepsi yang salah dari masyarakat. Kita harus husnuzon, berbaik sangka bahwa ini demi kebaikan kita semuanya," jelasnya.

Baca juga: Pemkab Sumenep Gelar Peringatan Maulid Nabi, Bupati Fauzi Ajak ASN Teladani Rasulullah

Di samping itu, Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut keputusan menggeserkan hari libur Maulid Nabi itu adalah keputusan yang lebih mengarah kepada keselamatan jiwa di tengah bangsa masih menghadapi Covid-19.

"Jadi saya mendukung upaya pemerintah untuk terus mengedepankan keselamatan jiwa masyarakat dan kita pun harus diingatkan bahwa pandemi ini belum berakhir, kita harus tetap disiplin dengan prokes, kita pun harus tetap bersinergi untuk menghadapi Covid-19 ini," tutur dia.

Baca juga: Peringati Maulid Nabi, Mbak Wali Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah SAW

Selain itu, Maman berharap peringatan Maulid Nabi itu tidak terjebak kepada seremonial normatif tapi lebih bersifat hal yang substansional. Bagaimana umat bisa meneladani ajaran Rasulullah SAW, misalnya dengan berbagi kepada orang-orang yang terdampak Covid-19.

"Sekali lagi, Maulid Nabi bukan hanya seremonial lebih dari itu kita tunjukkan spirit gotong royong kita, rasa kepedulian kita mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW," pungkasnya.pu

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru