Donald Trump Perintahkan Perang Darat, Iran: Kami Jadikan Mereka Penghuni Neraka

realita.co
Donald Trump. Foto: IG Donald Trump

DONALD Trump, dilaporkan telah memberikan lampu hijau untuk pengerahan aset bawah air paling mematikan dan ribuan pasukan infanteri, sementara Iran membalas dengan ancaman perang semesta yang mengerikan.

Pentagon mengonfirmasi bahwa unit kapal selam bertenaga nuklir kelas serbu (SSN) dan kapal selam rudal dipandu (SSGN) telah memasuki posisi tempur di Samudra Hindia dan Laut Arab. Kapal-kapal selam ini, yang dikenal sebagai "benteng sunyi", membawa ratusan rudal Tomahawk yang mampu menjangkau bunker bawah tanah terdalam di Teheran.

Baca juga: Trump Desak Iran Akui Kekalahan

Pengerahan ini menyusul insiden awal Maret di mana kapal selam AS dilaporkan berhasil menenggelamkan kapal perang Iran, IRIS Dena, dalam sebuah kontak senjata singkat namun fatal. Kehadiran kapal selam ini bertujuan untuk melumpuhkan pertahanan pesisir Iran sebelum serangan darat dimulai.

Kekuatan darat Amerika tidak lagi sekadar gertakan. Kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7) telah merapat di area operasi Komando Sentral (CENTCOM) pada 27 Maret 2026. Kapal ini mengangkut lebih dari 2.500 Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir (MEU) ke-31 yang terlatih dalam operasi pendaratan pantai.

Baca juga: Donald Trump Lecehkan Putra Mahkota Arab Saudi: Cium P#nt4t Saya!

Laporan intelijen menyebutkan AS sedang mempertimbangkan pengerahan hingga 17.000 tentara tambahan untuk mengamankan titik-titik strategis seperti Pulau Kharg, pusat distribusi minyak utama Iran, guna memutus jalur ekonomi musuh.

Menanggapi pergerakan masif tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran dan komandan Garda Revolusi (IRGC) mengeluarkan peringatan keras. Iran mengklaim telah menyiagakan 8 lapis pertahanan darat yang terdiri dari jutaan kombatan, ranau darat canggih, dan sistem rudal mobil.

Baca juga: Mantan Kepala FBI, Trump Blak-blakan Ngaku Senang

"Jika mereka berani menginjakkan kaki di tanah suci ini, kami bersumpah akan menjadikan mereka semua penghuni neraka sebelum mereka sempat melihat matahari terbenam," tegas juru bicara militer Iran dalam pidato nasionalnya.

Iran juga mengancam akan segera menutup total Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab, yang diprediksi akan menghancurkan ekonomi global dalam hitungan hari.sin

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru