Demo Melawan Kebijakan Trump juga Terjadi di Daerah Kekuasaan Partai Republik

GELOMBANG protes bertajuk “No Kings” kini menggema di seluruh Amerika Serikat. Jutaan warga turun ke jalan, menyuarakan kritik terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Aksi ini dilaporkan berlangsung di lebih dari 3.000 lokasi di seluruh 50 negara bagian, bahkan meluas hingga ke sejumlah kota di Eropa seperti London dan Paris. Skala mobilisasi massa yang besar membuat demonstrasi ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Seruan “No Kings” menjadi simbol penolakan terhadap gaya kepemimpinan yang dinilai terlalu dominan dan kekhawatiran atas arah demokrasi di Amerika Serikat. Para demonstran membawa berbagai isu, mulai dari kebijakan imigrasi, konflik geopolitik termasuk ketegangan dengan Iran, hingga isu kebebasan sipil.

Menariknya, aksi ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar yang selama ini dikenal sebagai basis oposisi. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa demonstrasi juga muncul di wilayah yang sebelumnya merupakan kantong dukungan Partai Republik. Hal ini dinilai sebagai sinyal bahwa dinamika politik di dalam negeri AS semakin kompleks.

Aksi “No Kings” sendiri bukan yang pertama. Ini merupakan gelombang lanjutan dari rangkaian protes sejak 2025, yang menunjukkan bahwa gerakan ini terus berkembang dan menarik partisipasi lebih luas dari masyarakat.

Hingga kini, belum ada respons besar dari Gedung Putih terkait skala aksi tersebut. Namun, besarnya gelombang protes ini menjadi sorotan dunia dan menandakan meningkatnya tekanan publik terhadap pemerintah AS.abc

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Kecelakaan Depan PT HGA, Terekam CCTV

SEBUAH insiden kecelakaan lalu lintas terekam kamera pengawas (CCTV) di ruas jalan depan PT HGA, Majalengka, Jawa Barat. Kecelakaan tersebut melibatkan satu …