Petarung Bebas Madiun, Siap Unjuk Gigi di Turnamen “MABOX x Shaduk Jotosh” Magetan 2026

MADIUN (Realita) - Sasana Petarung Bebas Madiun tengah meningkatkan intensitas latihan guna menghadapi turnamen tarung bebas dan boxing “MABOX x Shaduk Jotosh” yang dijadwalkan berlangsung di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan, pada 31 Mei 2026. Ajang tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas ring.

Dalam ajang tersebut, Petarung Bebas Madiun akan menurunkan sejumlah atlet terbaiknya untuk bertanding di cabang boxing dan kickboxing. 

Turnamen ini dipastikan diikuti peserta umum dari berbagai daerah, mulai dari Kota dan Kabupaten Madiun, Kediri, Tulungagung, Bojonegoro, Tuban, hingga wilayah Karisidenan Madiun.

Pembina Petarung Bebas Madiun, Eko Ahmad Bustsowi atau yang akrab disapa Eko Gali, mengatakan bahwa keikutsertaan para atlet dalam kompetisi ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan energi mereka ke arah yang lebih bermanfaat.

Menurutnya, olahraga tarung yang dilakukan secara resmi jauh lebih aman dan terarah dibanding aksi perkelahian jalanan yang kerap melibatkan anak muda.

“Daripada tarung di jalanan tanpa arah, lebih baik kami wadahi di ring. Di atas ring kita bertanding, di bawah tetap seduluran. Ini supaya anak-anak muda punya kegiatan positif dan tidak terjerumus perkelahian jalanan ataupun geng motor,” ujar Eko Gali, Senin (11/5/2026) sore. 

Lebih jauh Ia juga menegaskan, bahwa pertandingan resmi memiliki aturan yang jelas, pengawasan ketat, serta sistem pembinaan yang bertanggung jawab terhadap keselamatan atlet.

“Kalau di ring itu ada pembinaan, ada prestasi, ada yang bertanggung jawab kalau terjadi cedera,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih Petarung Bebas Madiun, Lamijo, mengungkapkan pihaknya akan menurunkan enam atlet terbaik dalam turnamen tersebut. Meski belum seluruh atlet diterjunkan, ia optimistis para petarung yang dipilih mampu memberikan hasil maksimal dan membawa pulang gelar juara.

“Targetnya tentu ingin juara satu semua. Atlet yang kami turunkan ini yang persiapannya paling matang,” terangnya.

Lamijo juga menjelaskan, saat ini Sasana Petarung Bebas Madiun memiliki sekitar 15 atlet aktif yang rutin menjalani latihan intensif. Program latihan dilakukan secara disiplin untuk meningkatkan kemampuan fisik, teknik, hingga mental bertanding para atlet.

Menurutnya, selain fokus pada prestasi olahraga, pihaknya juga menjadikan sasana sebagai tempat pembinaan karakter bagi anak-anak muda agar tidak terlibat aksi kekerasan maupun kenakalan remaja.

“Kami tampung anak-anak muda supaya bakatnya tersalurkan. Jangan berkelahi di jalanan, lebih baik bertanding di ring,” tegasnya.

Salah satu atlet Petarung Bebas Madiun, Tri Agung Setiawan, mengaku optimistis menghadapi turnamen “MABOX x Shaduk Jotosh”. Ia bersama rekan-rekannya telah menjalani latihan rutin tiga kali dalam sepekan yang meliputi penguatan fisik, sparing partner, hingga pematangan teknik bertanding.

“Semoga nanti semua berjalan lancar dan bisa juara satu semua,” ucapnya penuh semangat. Yw

Editor : Redaksi

Berita Terbaru